KALIMANTAN TENGAH — Google resmi mengumumkan perubahan sistem batas pemakaian (usage limit) pada Gemini Notebook, layanan AI untuk membantu pengguna merangkum dan menganalisis dokumen. Mulai 2 September, sistem yang sebelumnya menghitung jumlah generasi output per hari akan diganti dengan model berbasis komputasi yang lebih dinamis. Kebijakan ini berlaku untuk akun konsumen di platform web dan seluler.
Bagaimana Sistem Batas Komputasi Bekerja?
Berbeda dengan sistem lama yang menetapkan angka pasti generasi per hari berdasarkan tier langganan, sistem baru menghitung beban komputasi dari setiap permintaan. Google menjelaskan bahwa batas pemakaian akan mempertimbangkan kompleksitas perintah, panjang percakapan, jumlah sumber yang dilampirkan, hingga fitur yang digunakan pengguna.
Batas pemakaian kini direset setiap lima jam, bukan setiap hari seperti sebelumnya. Google menyebut perubahan ini memberi fleksibilitas lebih besar bagi pengguna yang bekerja dalam sesi intensif.
Indikator Baru dan Fitur "Generate Later"
Untuk membantu pengguna memantau kuota, Notebook akan menampilkan status di bawah kolom percakapan. Ada dua indikator utama: peringatan saat kuota hampir habis dengan keterangan waktu reset, dan notifikasi saat batas tercapai yang menonaktifkan sementara semua fitur hingga waktu reset tiba.
Selain itu, bagian bawah Studio generations akan menampilkan bilah indikator yang memperkirakan biaya AI dari sebuah perintah. Semakin penuh bilah tersebut, semakin tinggi perkiraan biaya komputasi yang dibutuhkan.
Jika pengguna memilih output yang melebihi batas, Notebook akan menyarankan alternatif yang lebih ringan. Ada pula opsi "Generate later" untuk menunda pembuatan output berat seperti Video Overviews atau Slide Decks. Google akan memprosesnya otomatis begitu batas direset. Fitur penundaan ini akan tersedia lebih dulu di versi web.
Batas Pemakaian per Tier Langganan
Besaran kuota komputasi bervariasi tergantung paket langganan Google AI. Pengguna gratis mendapat batas standar, sementara pelanggan berbayar mendapat jatah lebih besar.
- Tanpa paket: batas standar
- Google AI Plus: 2x lipat batas standar
- Google AI Pro: 4x lipat batas standar
- Google AI Ultra: 5x hingga 20x lipat batas AI Pro, tergantung jenis langganan
Dampak untuk Pengguna di Indonesia
Bagi pengguna Gemini Notebook di Indonesia yang mengandalkan layanan ini untuk riset atau pekerjaan harian, sistem baru ini berarti pola pemakaian harian perlu disesuaikan. Pengguna dengan kebutuhan berat seperti analisis dokumen panjang atau pembuatan presentasi sebaiknya mempertimbangkan paket berbayar agar tidak sering terkena batas.
Perubahan ini juga menandai pergeseran Google dari model kuota kaku ke sistem yang lebih adaptif terhadap beban kerja. Pengguna yang rutin memakai fitur berat seperti Video Overviews disarankan memanfaatkan opsi "Generate later" untuk menghindari gangguan saat batas tercapai.