KALIMANTAN TENGAH — Tujuh desa yang kini resmi menikmati listrik meliputi Sindang Anom, Sadar Sriwijaya, Air Naningan, Hujung, Sidorejo, Atar Lebar, dan Giri Mulyo. Sebagian besar wilayah ini berada di daerah dengan medan geografis yang menantang, sehingga pembangunan infrastruktur kelistrikan membutuhkan koordinasi ekstra dengan pemerintah daerah dan tokoh setempat.
Infrastruktur Listrik Dibangun Sepanjang Puluhan Kilometer
Manajer Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) PLN UID Lampung, I Putu Kesama, mengungkapkan bahwa untuk mendukung penyalaan ini, PLN membangun jaringan tegangan menengah sepanjang 40,44 kilometer sirkuit (kms). Selain itu, jaringan tegangan rendah sepanjang 75,72 kms dan gardu distribusi berkapasitas total 2.300 kVA juga telah rampung dibangun.
"Dengan rampungnya pekerjaan di tujuh desa tersebut, PLN UID Lampung berhasil menyelesaikan seluruh target pembangunan yang menjadi bagian dari upaya peningkatan akses dan layanan listrik bagi masyarakat," kata Putu dalam keterangan resmi di Bandarlampung, Kamis.
Dampak Langsung: dari Penerangan hingga Usaha Produktif
Kehadiran listrik tidak hanya sekadar penerangan. PLN menyebut pasokan energi yang andal akan membuka akses pendidikan dan layanan publik yang lebih luas bagi warga desa. Lebih dari itu, aktivitas ekonomi dan usaha produktif masyarakat diharapkan ikut terdorong.
"Kehadiran infrastruktur kelistrikan di desa-desa tersebut diharapkan mampu mendukung aktivitas masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas hidup dan produktivitas ekonomi daerah," ujar Putu.
PLN mencatat, infrastruktur yang dibangun berpotensi melayani hingga 387 pelanggan di wilayah penerima manfaat. Angka ini mencakup rumah tangga, fasilitas umum, hingga usaha kecil yang sebelumnya bergantung pada genset atau bahkan tanpa akses listrik sama sekali.
Anggaran Tambahan dari Kementerian ESDM Percepat Realisasi
Program elektrifikasi ini didukung oleh anggaran belanja tambahan (ABT) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Alokasi tersebut khusus diperuntukkan bagi percepatan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di daerah-daerah yang masih terisolasi.
Putu menambahkan, proses pembangunan tidak lepas dari tantangan, mulai dari perizinan hingga kondisi medan yang berat. Namun, berkat kolaborasi dengan aparat setempat dan tokoh masyarakat, seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target.
Dengan tambahan tujuh desa ini, rasio desa berlistrik (RDB) di Lampung terus meningkat. PLN berharap keberadaan listrik dapat menjadi pendorong pertumbuhan kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan.