KALIMANTAN TENGAH — Kepastian ini disampaikan langsung oleh Head of Marketing PR and Government Relations PT BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan. Dalam pernyataannya, ia mengklarifikasi bahwa insiden terjadi di salah satu bangunan yang masih dalam tahap konstruksi.
Api Dipadamkan Cepat, Tak Ada Korban Jiwa
"Insiden tersebut berupa kebakaran kecil yang terjadi pada bagian atap bangunan dan menyebabkan munculnya asap," ujar Luther melansir pemberitaan Jumat (5/6).
Api berhasil dipadamkan dalam waktu singkat. Perusahaan memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut. Saat ini penyebab kebakaran masih dalam proses investigasi internal.
Kontraktor Diminta Perketat Protokol Keselamatan
Sebagai langkah antisipasi, BYD telah menginstruksikan kontraktor proyek untuk memperkuat penerapan protokol dan standar keselamatan di seluruh area pembangunan. "Kami telah menginstruksikan kontraktor untuk semakin memperkuat penerapan protokol dan standar keselamatan di seluruh area proyek," tegas Luther.
Viral di Media Sosial, Ada Narasi Puntung Rokok
Sebelumnya, beredar luas video di media sosial yang memperlihatkan kepulan asap tebal berwarna hitam dari bangunan yang belum rampung. Rekaman itu diduga diambil dari gedung lain yang lebih tinggi. Sejumlah akun menyebutkan kebakaran dipicu oleh puntung rokok, namun klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
"Diduga akibat puntung rokok, pabrik BYD Subang dilaporkan terbakar. Sejumlah pekerja berhamburan selamatkan diri," tulis sebuah akun Instagram yang membagikan video tersebut.
Pabrik Investasi Rp 11,2 Triliun, Target Serap 3.000 Tenaga Kerja
Pabrik perakitan kendaraan listrik BYD di Subang ini memiliki nilai investasi mencapai Rp 11,2 triliun. Sebelum insiden, perusahaan sempat menargetkan fasilitas tersebut beroperasi pada kuartal pertama 2026. Hingga berita ini diturunkan, pabrik tersebut belum juga resmi beroperasi.
BYD mengklaim pabrik ini nantinya mampu menyerap hingga 3.000 tenaga kerja lokal. Pembangunan yang sudah memasuki tahap akhir ini menjadi salah satu proyek strategis BYD di Indonesia untuk memperkuat basis produksi kendaraan listrik di Asia Tenggara.