BARITO KUALA — Suasana haru dan syukur menyelimuti halaman Masjid Baiturrahman di Desa Tinggiran Baru saat prosesi pemotongan hewan kurban berlangsung. Bagi sebagian besar warga, ini adalah kali pertama mereka menggelar salat Id dan penyembelihan kurban secara ramai-ramai di kampung sendiri setelah nyaris seperempat abad vakum akibat berbagai keterbatasan.
Penyebab 24 Tahun Tak Ada Kurban Kolektif
Ketua YBM PLN UID Kalselteng, Choirul Anwar, menjelaskan bahwa selama ini warga Tinggiran Baru hanya merayakan Iduladha secara individual di rumah masing-masing. “Keterbatasan ekonomi dan tidak adanya koordinasi warga membuat tradisi kurban bersama tak pernah terwujud,” ujarnya saat menyerahkan hewan kurban kepada Imam Masjid Baiturrahman.
Desa yang berada di kawasan pinggiran Sungai Barito ini memang dikenal sebagai daerah dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah. Akses transportasi yang sulit dan minimnya sentuhan program sosial dari pihak luar turut memperpanjang jeda perayaan Iduladha kolektif di sana.
Proses Penyaluran: Dari Mobilisasi ke Meja Daging
Program Tebar Berkah Daging yang digagas YBM PLN tidak hanya berhenti pada penyerahan hewan. Tim YBM bersama pengurus masjid menyusun jadwal pemotongan dan pendistribusian agar daging kurban merata ke setiap rumah warga, termasuk ke lansia dan warga difabel yang tak bisa datang ke lokasi.
Choirul Anwar menambahkan bahwa pemilihan Tinggiran Baru sebagai lokasi penyaluran bukan tanpa alasan. “Kami melakukan survei dan mendapati bahwa desa ini sangat membutuhkan. Kebersamaan yang hilang selama 24 tahun harus kami kembalikan,” kata dia.
Reaksi Warga: Lebih dari Sekadar Daging
Salah seorang warga, Rahmat, mengaku tak bisa menahan haru saat menerima daging kurban. “Bukan soal dagingnya saja. Ini soal rasa memiliki. Kami merasa diingatkan bahwa Iduladha itu tentang berbagi dan bersama-sama,” ucapnya.
Ia berharap program serupa bisa berlanjut di tahun-tahun mendatang. “Kalau bisa, tahun depan kami sendiri yang patungan. Tapi untuk memulai, kehadiran YBM PLN jadi pemicu semangat,” tambah Rahmat.
Apa Langkah YBM PLN Selanjutnya?
YBM PLN UID Kalselteng berencana memperluas jangkauan program Tebar Berkah Daging ke desa-desa lain di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah yang memiliki kesenjangan serupa. Choirul Anwar menyebut pihaknya akan memetakan daerah-daerah yang minim akses terhadap program sosial keagamaan.
“Kami tidak ingin program ini hanya seremonial. Harus ada dampak jangka panjang, termasuk membangun kesadaran warga untuk menghidupkan kembali tradisi kurban kolektif secara mandiri,” pungkasnya.