KUALA KURUN — Dinas Kesehatan Kabupaten Gunung Mas menggelar workshop pengelolaan keuangan yang menyasar tenaga kesehatan dari dinas dan seluruh puskesmas di wilayah tersebut, Kamis (4/6). Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya sistematis untuk memperkuat tata kelola Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di sektor kesehatan primer.
Apa yang Dipelajari dalam Workshop BLUD?
Workshop ini berfokus pada peningkatan kompetensi tenaga kesehatan dalam mengelola anggaran dan pelaporan keuangan sesuai standar BLUD. Materi yang disampaikan mencakup siklus pengelolaan keuangan, mulai dari perencanaan hingga pertanggungjawaban.
Peserta yang hadir adalah perwakilan dari setiap puskesmas dan staf keuangan Dinkes Gunung Mas. Mereka dibekali teknis penyusunan laporan keuangan yang transparan dan akuntabel, sesuai regulasi yang berlaku.
Mengapa Tata Kelola BLUD di Puskesmas Penting?
Penerapan BLUD di puskesmas memberikan fleksibilitas pengelolaan keuangan yang lebih besar dibandingkan satuan kerja non-BLUD. Dengan status ini, puskesmas bisa mengelola pendapatan jasa layanan secara langsung dan menggunakannya untuk peningkatan mutu pelayanan.
Namun, fleksibilitas itu harus diimbangi dengan tata kelola yang ketat. Workshop ini menjadi langkah preventif agar tidak terjadi penyimpangan atau kesalahan administrasi yang bisa berujung pada temuan audit.
Dampak Langsung bagi Pelayanan Kesehatan Warga
Pengelolaan keuangan yang lebih rapi dan profesional di puskesmas berdampak langsung pada pelayanan kepada masyarakat. Dengan sistem keuangan yang tertib, pengadaan obat dan alat kesehatan bisa lebih cepat, serta perawatan fasilitas puskesmas lebih terencana.
Dinkes Gunung Mas menargetkan seluruh puskesmas di kabupaten ini bisa menerapkan standar BLUD secara penuh dalam waktu dekat. Workshop ini menjadi salah satu tahapan penting untuk mencapai target tersebut.