KALIMANTAN TENGAH — PT Astra Honda Motor (AHM) resmi membanderol Honda CRF250 Rally sebesar Rp 99,3 juta untuk wilayah Jakarta per awal 2026. Angka ini melesat jauh dari harga peluncuran pertamanya pada 2017 yang hanya Rp 62,9 juta—selisih Rp 36,4 juta. Tak hanya varian Rally, CRF250L juga ikut meroket dari Rp 79,9 juta saat debut 2023 menjadi Rp 91,65 juta saat ini.
Status CBU Thailand dan Fluktuasi Rupiah Jadi Biang Kerok
Kenaikan harga yang drastis ini tidak banyak berkaitan dengan perubahan teknis. Faktor utamanya justru datang dari eksternal. Motor ini didatangkan secara utuh atau Completely Built Up (CBU) dari Thailand, sehingga biaya operasionalnya sangat terpengaruh oleh kebijakan impor.
Sejumlah pungutan seperti Bea Masuk, PPN, dan pajak tambahan lainnya membengkakkan harga jual akhir. Belum lagi fluktuasi kurs Rupiah terhadap Dolar AS yang langsung berdampak pada biaya pengadaan unit dari luar negeri. Akibatnya, konsumen harus merogoh kocek lebih dalam untuk teknologi yang relatif masih serupa dengan versi sebelumnya.
Mesin 250cc DOHC: Tenaga Turun ke Bawah, Torsi 23 Nm untuk Medan Berat
Meski harganya melambung, sektor mesin Honda CRF250 Rally tidak berubah secara radikal. Motor ini masih mengandalkan mesin 250cc DOHC silinder tunggal dengan pendingin cairan. Dapur pacu tersebut menghasilkan tenaga 18,3 kW pada 9.000 rpm dan torsi puncak 23,0 Nm di 6.500 rpm.
Karakter mesinnya dioptimalkan untuk respons cepat di putaran bawah, ideal untuk melewati medan off-road yang sulit. Fitur assist/slipper clutch menjadi nilai tambah yang membuat operasi kopling lebih ringan dan menjaga stabilitas saat ban belakang terkunci akibat penurunan gigi mendadak.
Suspensi Showa dan Kenyamanan di Jalur Lintas Alam
Fokus utama motor ini tetap pada kenyamanan berkendara dan pengendalian di medan berat. Suspensi Showa yang mumpuni menjadi andalan untuk meredam hentakan saat melibas jalur berbatu atau berlumpur. Dengan segala kelebihannya, CRF250 Rally masih menjadi pilihan premium bagi penggemar petualang yang mendambakan durabilitas tinggi.
Namun, pertanyaannya kini bergeser dari "mampu" menjadi "mau". Dengan harga yang mendekati Rp 100 juta, konsumen harus benar-benar yakin bahwa karakter off-road murni dan status CBU sepadan dengan nilai yang dibayarkan. Bagi yang sudah lama menanti, mungkin ini saatnya membandingkan dengan kompetisi di kelas serupa atau menunggu kebijakan insentif dari ATPM.