PANGKALAN BUN — Tim teknis dari konsultan perencana telah merampungkan kajian redesain RTSP Pugar Desa Rangda. Tahap ekspose laporan akhir digelar untuk mempresentasikan hasil kajian kepada pemangku kepentingan, termasuk perangkat desa dan dinas terkait.
Ekspose ini merupakan tahapan krusial sebelum dokumen RTSP resmi diserahkan ke Pemkab Kotawaringin Barat. Proses ini memastikan bahwa desain yang diajukan sesuai dengan kondisi lapangan dan kebutuhan warga.
Awal Mula: Mengapa Desa Rangda Perlu Dipugar?
Kajian RTSP Pugar Desa Rangda berawal dari kondisi permukiman yang dinilai perlu penataan ulang. Beberapa titik di desa ini mengalami masalah infrastruktur dasar, seperti drainase dan akses jalan yang kurang memadai.
Pemerintah desa bersama dinas terkait kemudian mengusulkan redesain tata ruang permukiman. Tujuannya, menciptakan lingkungan yang lebih tertata dan layak huni bagi warga.
Proses: Bagaimana Tim Menyusun Kajian?
Tim konsultan melakukan serangkaian survei lapangan dan pemetaan partisipatif. Warga dilibatkan dalam forum musyawarah desa untuk memberikan masukan terkait kebutuhan permukiman.
Data yang terkumpul kemudian diolah menjadi rancangan teknis. Rancangan ini mencakup tata letak bangunan, jaringan jalan lingkungan, dan sistem drainase. Semua elemen disesuaikan dengan topografi lahan di Desa Rangda.
Hasil kajian menunjukkan perlunya perbaikan pada beberapa ruas jalan desa dan normalisasi saluran air. Jika terealisasi, proyek ini diperkirakan akan meningkatkan aksesibilitas warga ke pusat kecamatan.
Apa yang Terjadi Selanjutnya?
Setelah ekspose laporan akhir, dokumen RTSP akan melalui verifikasi akhir oleh Dinas Perumahan dan Permukiman Kotawaringin Barat. Jika dinyatakan layak, dokumen ini akan menjadi acuan dalam pengajuan anggaran pembangunan.
Pemerintah desa berharap proses ini bisa rampung sebelum penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) perubahan. Dengan begitu, realisasi pembangunan fisik bisa dimulai pada tahun anggaran berikutnya.
Kepala Desa Rangda menyebut bahwa partisipasi warga dalam proses perencanaan menjadi kunci keberhasilan kajian ini. "Kami ingin pembangunan nanti benar-benar sesuai kebutuhan warga, bukan sekadar proyek pemerintah," ujarnya.
Jika semua tahapan berjalan lancar, RTSP Pugar Desa Rangda bisa menjadi model penataan permukiman bagi desa-desa lain di Kobar. Proyek ini diharapkan tidak hanya memperbaiki infrastruktur, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.