SAMPIT — Bahasa Dayak Sampit, salah satu identitas budaya di Kabupaten Kotawaringin Timur, dinilai perlu diperkenalkan kembali kepada generasi muda melalui jalur pendidikan. Gagasan untuk menggelar lomba dan kegiatan berbahasa Dayak Sampit secara merata bagi pelajar pun mengemuka.
Inisiatif ini disebut-sebut sebagai langkah konkret agar potensi anak muda di bidang kebahasaan dan kebudayaan lokal bisa berkembang. Selama ini, bahasa daerah tersebut dinilai mulai asing di telinga pelajar yang lebih akrab dengan bahasa Indonesia atau bahasa gaul sehari-hari.
Mengapa Bahasa Dayak Sampit Perlu Dikenalkan Lewat Lomba?
Lomba dan kegiatan kebahasaan dianggap sebagai metode yang efektif untuk menarik minat pelajar. Alih-alih sekadar teori di dalam kelas, kompetisi seperti pidato, bercerita, atau cerdas cermat dalam Bahasa Dayak Sampit bisa menjadi ajang yang menyenangkan sekaligus mendidik.
"Perlu diadakan lomba-lomba dan kegiatan berbahasa Dayak Sampit untuk pelajar, yang sifatnya merata. Sehingga berkembang potensi anak muda," demikian salah satu pokok pemikiran yang mendorong rencana ini. Harapannya, dengan pemerataan kegiatan, tidak hanya pelajar di pusat kota yang terpapar, tetapi juga mereka yang berada di pelosok kecamatan.
Potensi Anak Muda Jadi Kunci Pelestarian Bahasa Ibu
Kalangan pegiat budaya di Kotawaringin Timur menilai bahwa anak muda adalah ujung tombak pelestarian bahasa daerah. Jika mereka tidak lagi fasih atau bahkan tidak mengenal Bahasa Dayak Sampit, maka kekayaan linguistik ini terancam punah perlahan.
Oleh karena itu, kegiatan yang menyasar pelajar dianggap sebagai investasi jangka panjang. Selain mengasah kemampuan berbicara dan kepercayaan diri, para peserta lomba secara tidak langsung ikut menjadi duta budaya yang menjaga warisan leluhur tetap hidup.
Belum ada kepastian kapan lomba perdana akan digelar. Namun, wacana ini diharapkan bisa segera ditindaklanjuti oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat bersama para pemangku kepentingan di bidang kebudayaan.