Pencarian

Warga Binaan Lapas Palangka Raya Meninggal, DPR RI Bias Layar Sebut Tak Ada Tanda Kekerasan

Minggu, 31 Mei 2026 • 17:49:01 WIB
Warga Binaan Lapas Palangka Raya Meninggal, DPR RI Bias Layar Sebut Tak Ada Tanda Kekerasan
Anggota DPR RI Bias Layar sampaikan belasungkawa atas meninggalnya warga binaan Lapas Palangka Raya.

PALANGKA RAYA — Anggota DPR RI Bias Layar menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya warga binaan bernama Anton di Lapas Kelas IIA Palangka Raya. Ia menegaskan hasil pemeriksaan awal tim medis tidak menemukan kejanggalan pada tubuh korban.

"Kami turut berduka cita atas meninggalnya saudara kita warga binaan atas nama Anton," ujar Bias Layar di Rumah Sakit Bhayangkara Palangka Raya, Minggu (31/5/2026).

Kronologi Sebelum Meninggal: Upaya Kabur dan Ruang Isolasi

Berdasarkan informasi yang diterima dari pihak lapas, Anton sebelumnya pernah berupaya melarikan diri. Akibatnya, ia ditempatkan di ruang maksimum keamanan (maximum security).

"Informasi dari pihak Lapas, yang bersangkutan memang tidak mau makan selama ditempatkan di ruang maximum security setelah adanya upaya pelarian beberapa waktu lalu," kata Bias Layar.

Selama di ruang isolasi tersebut, kondisi kesehatan Anton dilaporkan terus menurun. Ia disebut tidak mau makan hingga akhirnya meninggal dunia.

Hasil Visum: Bekas Borgol Sesuai SOP, Bukan Kekerasan

Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan jenazah dibawa ke RS Bhayangkara untuk diautopsi. Proses autopsi dilakukan setelah mendapat izin dari pihak keluarga.

"Visum dan autopsi telah dilaksanakan atas persetujuan keluarga. Saat ini tim medis masih bekerja karena proses pemeriksaan membutuhkan waktu untuk mengurai dan menganalisis seluruh temuan secara menyeluruh," jelas politikus tersebut.

Mengenai adanya bekas luka pada tubuh almarhum, Bias Layar menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan hanya menemukan bekas penggunaan borgol pada tangan dan kaki.

"Yang ditemukan hanya bekas penggunaan borgol pada tangan dan kaki. Itu merupakan bagian dari standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku di ruang maximum security untuk alasan keamanan dan pencegahan tindakan yang dapat membahayakan petugas maupun warga binaan lainnya," tegasnya.

Menunggu Hasil Autopsi Resmi

Bias Layar menambahkan, jika nantinya ditemukan fakta atau temuan baru dalam proses penyelidikan, seluruh pihak yang terkait akan bertanggung jawab sesuai ketentuan yang berlaku.

Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih menunggu hasil resmi autopsi dan pemeriksaan medis lanjutan untuk memastikan penyebab pasti kematian Anton.

Bagikan
Sumber: katakata.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks