Pencarian

DLH Sukamara Siapkan Pusat Olah Organik Desa Pudu untuk Dukung Program KIE Pengelolaan Sampah

Jumat, 29 Mei 2026 • 19:04:26 WIB
DLH Sukamara Siapkan Pusat Olah Organik Desa Pudu untuk Dukung Program KIE Pengelolaan Sampah
Pusat Olah Organik Desa Pudu siap menjadi lokasi edukasi pengelolaan sampah di Sukamara.

SUKAMARA — DLH Kabupaten Sukamara menyiapkan Pusat Olah Organik (P3) di Desa Pudu sebagai lokasi percontohan program Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) pengelolaan sampah. Langkah ini diambil untuk mendorong kesadaran warga memilah sampah dari rumah serta mengolah sampah organik menjadi kompos. Fasilitas itu nantinya akan menjadi pusat belajar bagi desa-desa lain di Sukamara.

Desa Pudu Jadi Percontohan Pengelolaan Sampah

Pemilihan Desa Pudu bukan tanpa alasan. DLH menilai desa ini memiliki potensi dukungan warga dan lahan yang memadai untuk pengolahan sampah organik. Program KIE akan menyasar langsung ke tingkat RT dan kelompok ibu-ibu PKK.

Kepala DLH Sukamara, melalui Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3, menyebutkan bahwa pusat olah organik ini akan difungsikan sebagai lokasi edukasi. Warga bisa melihat langsung proses pengomposan dan manfaatnya bagi lingkungan.

Apa yang Akan Dipelajari Warga?

Materi KIE mencakup pemilahan sampah rumah tangga, teknik pembuatan kompos dari sisa dapur dan dedaunan, hingga pemanfaatan kompos untuk kebun warga. DLH juga akan menyediakan peralatan sederhana seperti ember komposter dan alat pengaduk.

Program ini dijadwalkan berjalan secara bertahap. Tahap awal akan melibatkan kader lingkungan dari masing-masing dusun di Desa Pudu. Mereka nantinya akan menjadi penggerak di lingkungan masing-masing.

Target: Mengurangi Sampah ke TPA

DLH Sukamara menargetkan program ini bisa mengurangi volume sampah organik yang diangkut ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Selama ini, sampah organik mendominasi timbunan sampah di TPA Sukamara. Jika warga mengolah sendiri, beban TPA bisa berkurang signifikan.

Selain aspek lingkungan, program ini juga diharapkan memberi nilai ekonomi. Kompos hasil olahan warga bisa digunakan sendiri atau dijual ke kelompok tani di sekitar Sukamara.

Langkah Berikutnya: Sosialisasi ke Desa Lain

Keberhasilan program di Desa Pudu akan menjadi tolok ukur bagi DLH untuk memperluas program KIE ke desa-desa lain. Pihaknya akan mengevaluasi efektivitas pusat olah organik dalam tiga bulan pertama.

Jika berjalan baik, DLH akan mengalokasikan anggaran tambahan untuk pengadaan fasilitas serupa di desa lain. Sukamara sendiri memiliki 9 desa dan 3 kelurahan yang membutuhkan penanganan sampah lebih serius.

Bagikan
Sumber: radarsampit.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks