Pencarian

DPRD Barito Utara Putuskan Tambah Dua Desa sebagai Alternatif Lokasi Jembatan Lahei, Bahas di Banmus Pekan Depan

Selasa, 19 Mei 2026 • 22:44:54 WIB
DPRD Barito Utara Putuskan Tambah Dua Desa sebagai Alternatif Lokasi Jembatan Lahei, Bahas di Banmus Pekan Depan
Ketua DPRD Barito Utara memimpin rapat penambahan alternatif lokasi Jembatan Lahei.

MUARA TEWEH — Wakil Ketua Komisi II DPRD Barito Utara, Hj. Henny Rosgiaty Rusli, mengungkapkan dua titik baru yang akan masuk dalam studi kelayakan proyek Jembatan Lahei. Keduanya adalah Desa Jangkang Baru dan Desa Luwe, yang sebelumnya tidak masuk dalam daftar awal alternatif lokasi.

Dua Desa Baru Masuk Daftar Studi Kelayakan

Penambahan alternatif lokasi ini merupakan hasil dari RDP yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Barito Utara, Ir. Hj. Mery Rukaini, M.IP. Dalam forum tersebut, anggota dewan meminta agar aksesibilitas warga dari dua kecamatan menjadi prioritas utama.

“Kita harap nantinya jembatan ini bisa diakses oleh masyarakat dari dua kecamatan, yaitu Kecamatan Lahei dan Lahei Barat,” ujar Henny dalam rapat yang digelar di ruang DPRD setempat.

Pembahasan Awal: Empat Titik Alternatif

Sebelum putusan ini, Dinas PUPR bersama konsultan telah memaparkan sejumlah titik alternatif pembangunan jembatan. Namun, anggota DPRD yang hadir secara bergantian memberikan masukan agar opsi diperluas, terutama untuk menjangkau permukiman warga di bantaran sungai.

Henny menambahkan, hasil diskusi dan penyelarasan data dalam RDP telah menghasilkan sejumlah poin kesimpulan. Salah satunya, kewajiban konsultan untuk memasukkan Desa Jangkang Baru dan Desa Luwe ke dalam dokumen studi kelayakan.

Jadwal Pembahasan Berikutnya

Setelah tahapan ini, pembahasan akan dilanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi. “Selanjutnya, pembahasan akan dijadwalkan kembali pada rapat Badan Musyawarah (Banmus) mendatang,” tandas Henny.

Proyek Jembatan Lahei selama ini dinanti warga di dua kecamatan yang terpisah oleh aliran sungai besar. Akses transportasi antarwilayah kerap terkendala saat musim hujan, sehingga kepastian lokasi pembangunan menjadi krusial bagi mobilitas warga dan distribusi logistik.

Bagikan
Sumber: 1tulah.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks