Pencarian

Dahana Hidupkan Lagi Pabrik Booster dan Luncurkan Detonator Elektronik demi Kurangi Impor

Kamis, 20 Agustus 2026 • 13:28:31 WIB
Dahana Hidupkan Lagi Pabrik Booster dan Luncurkan Detonator Elektronik demi Kurangi Impor
Pabrik Booster Dahana di Subang kembali beroperasi penuh sejak Oktober 2025 melalui kerja sama Joint Operation Dahana-DAK.

KALIMANTAN TENGAH — Produsen bahan peledak pelat merah itu mencatat Pabrik Booster kembali beroperasi penuh sejak Oktober 2025 melalui kerja sama Joint Operation Dahana-DAK (JODD) bersama DAK Energetics. Pabrik yang berlokasi di Dahana Energetic Material Center (EMC), Subang, Jawa Barat itu memproduksi DAYAPRIME® Pentolite Booster varian 200 gram dan 400 gram.

Bersamaan dengan itu, Dahana meluncurkan DAYATRONIC, detonator elektronik yang dirakit di pabrik assembly baru di kompleks yang sama. Produk ini mengandalkan teknologi inisiasi elektronik dengan waktu tunda yang bisa diprogram, memungkinkan peledakan lebih presisi dan terkendali.

Teknologi Baru untuk Tekan Impor

Direktur Utama Dahana, Hary Irmawan, menyebut reoperasi pabrik dan kehadiran lini produksi baru sebagai investasi nyata perusahaan pada infrastruktur dan teknologi. "Untuk memperkuat pasokan, meningkatkan kemandirian, serta menghadirkan solusi peledakan yang semakin sesuai dengan kebutuhan industri modern," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (20/8/2026).

Detonator elektronik selama ini masih banyak dipasok dari luar negeri. Dengan adanya pabrik perakitan di Subang, Dahana berharap bisa memangkas biaya logistik dan waktu tunggu pasokan bagi pelanggan dalam negeri.

Wakil Komisaris Utama Dahana, Andyawan Martono Putra, menambahkan bahwa peluncuran pabrik detonator elektronik menandai lompatan teknologi bahan peledak yang menawarkan akurasi dan keamanan lebih tinggi. "Sementara reoperasi Pabrik Booster memperkuat rantai pasok dan kapasitas produksi Dahana," katanya.

Dukungan Holding DEFEND ID

Direktur Utama PT Len Industri (Persero), Joga Dharma Setiawan, menilai pencapaian ini sebagai implementasi strategi holding DEFEND ID dalam memperkuat industri pertahanan dan energetik material nasional. Menurutnya, penambahan kapasitas produksi ini membuktikan arah holding berjalan sesuai rencana.

Dalam operasional pabrik, Dahana menekankan penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), budaya keselamatan, serta tata kelola perusahaan yang baik (GCG). Ini penting mengingat bahan peledak termasuk kategori produk berisiko tinggi yang membutuhkan standar keamanan ketat.

Dengan kapasitas 3 juta unit booster per tahun, Dahana optimistis bisa memenuhi permintaan sektor pertambangan batu bara, mineral, serta proyek konstruksi dan infrastruktur yang membutuhkan peledakan berskala besar. Sebelum pabrik berhenti pada 2021, pasokan booster sempat terganggu dan pelanggan harus menunggu lebih lama.

Kembalinya pabrik ini beroperasi juga membuka peluang penyerapan tenaga kerja lokal di Subang dan sekitarnya. Dahana tercatat sebagai salah satu BUMN yang konsisten mengembangkan industri hilir pertahanan dan energi di Indonesia.

Follow kaltenginfo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: finance.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks