Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah menguji kendaraan All-Terrain Vehicle (ATV) untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kelurahan Petuk Katimpun, Kecamatan Jekan Raya, Palangka Raya. Uji coba ini dilakukan di tengah upaya pemadaman yang telah menangani lahan terbakar seluas lebih dari 7.000 hektare di provinsi tersebut.
PALANGKA RAYA — Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan meninjau langsung lokasi karhutla di Petuk Katimpun, Minggu. Kunjungan itu sekaligus menjadi momen uji coba kendaraan ATV milik Polda Kalteng untuk menjangkau titik api di medan yang sulit dilalui kendaraan roda empat.
“Pertama untuk menyemangati anggota yang bekerja siang malam selama ini dan juga mencoba kendaraan All-Terrain Vehicle (ATV),” kata Iwan di lokasi penanganan karhutla.
Medan Gambut Jadi Alasan Utama Penggunaan ATV
Iwan menjelaskan, kendaraan roda dua yang selama ini digunakan untuk membawa peralatan pemadam seperti alkon, selang, dan nozzle dinilai kurang optimal di lahan gambut. ATV disebut memiliki tumpuan yang lebih sesuai untuk melintasi medan tersebut.
“Kendaraan ini cukup efektif untuk masuk di daerah-daerah yang sulit dijangkau dengan kendaraan roda empat,” ucapnya.
Kawasan Petuk Katimpun sendiri telah dilanda kebakaran dalam beberapa hari terakhir. Penanganan dilakukan bersama seluruh pemangku kepentingan yang tergabung dalam satuan tugas karhutla.
Luas Karhutla yang Ditangani Capai 7.000 Hektare
Berdasarkan data yang dihimpun, total lahan yang telah ditangani melalui upaya pemadaman di Kalimantan Tengah mencapai lebih dari 7.000 hektare. Angka ini menunjukkan penurunan cukup jauh dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang juga dilanda fenomena El Nino.
“Kalau kita lihat dari data kebakaran hutan dan lahan, saat ini turun cukup jauh dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang juga ada fenomena El Nino,” ujar Iwan.
Sinergi Multi-Pihak dan Dukungan Peralatan Pusat
Penanganan karhutla ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden dan Kapolri agar kebakaran di Kalimantan Tengah segera dituntaskan. Dukungan peralatan dari pemerintah pusat turut memperkuat upaya pemadaman di lapangan.
“Progres sejauh ini sudah cukup bagus dan kerja sama kami dengan satuan tugas yang ada juga sangat baik,” kata Iwan.
Ia menambahkan, sinergi antara kepolisian, BPBD, TNI, Manggala Agni, dan masyarakat peduli api menjadi faktor penting dalam penanganan karhutla di provinsi ini.
Pencegahan Dilakukan Sejak Sebelum Musim Kemarau
Selain pemadaman, upaya pencegahan telah digencarkan sebelum musim kemarau tiba. Langkah yang dilakukan mencakup sosialisasi kepada masyarakat, patroli rutin, pemeriksaan kanal, serta pengecekan embung untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran.