Pencarian

Gubernur Kalteng Agustiar Sabran Pimpin Salat Istisqa di Palangka Raya, Imbau Warga Tak Bakar Lahan Saat Kemarau

Minggu, 23 Agustus 2026 • 15:32:31 WIB
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran Pimpin Salat Istisqa di Palangka Raya, Imbau Warga Tak Bakar Lahan Saat Kemarau
Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran memimpin Salat Istisqa di Bundaran Besar Talawang, Palangka Raya, Minggu (23/8/2026).

PALANGKA RAYA — Di tengah musim kemarau yang masih melanda Kalimantan Tengah, Gubernur Agustiar Sabran bersama Wakil Gubernur Edy Pratowo turun langsung mengikuti Salat Istisqa di Bundaran Besar Talawang, Minggu (23/8/2026). Ribuan jamaah yang terdiri dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI/Polri, ASN, organisasi masyarakat Islam, serta warga sekitar tampak memadati area bundaran sejak pagi.

Kegiatan ini bukan sekadar ritual meminta hujan, melainkan momentum muhasabah diri di tengah kekeringan yang mulai terasa dampaknya. Gubernur mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat ikhtiar spiritual di tengah upaya fisik yang terus dilakukan pemerintah daerah.

Muhasabah di Tengah Kemarau Panjang

Dalam sambutannya, Agustiar Sabran mengajak seluruh jamaah menjadikan ibadah ini sebagai bentuk introspeksi diri dan permohonan ampunan. Ia berharap hujan segera membasahi Bumi Tambun Bungai dan membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat.

“Mari kita bersama-sama memohon ampunan dan pertolongan Allah SWT. Semoga hujan segera diturunkan untuk membasahi Bumi Tambun Bungai dan membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Kalimantan Tengah,” ujarnya di hadapan ribuan jamaah.

Karhutla Ancam Kesehatan dan Aktivitas Warga

Gubernur menegaskan bahwa kekeringan yang berkepanjangan meningkatkan potensi karhutla secara signifikan. Dampaknya tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengganggu kesehatan masyarakat serta melumpuhkan aktivitas harian akibat kabut asap.

Pemprov Kalteng bersama Forkopimda, TNI/Polri, relawan, dan berbagai elemen masyarakat disebut telah memperkuat penanganan di lapangan. Langkah yang dilakukan meliputi penyiagaan personel, pemadaman titik api melalui jalur darat dan udara, hingga operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk mengurangi dampak kekeringan.

Apa yang Diminta dari Masyarakat?

Di tengah kondisi ini, Agustiar Sabran menyampaikan imbauan tegas kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Ia juga meminta warga menggunakan air secara bijak selama musim kemarau masih berlangsung.

“Melalui sinergi, ikhtiar, dan doa bersama, kita berharap Kalimantan Tengah senantiasa diberikan keselamatan, kesejukan, dan segera mendapatkan curahan hujan,” pungkasnya.

Pelaksanaan Salat Istisqa ini menjadi simbol kebersamaan pemerintah dan masyarakat Kalteng dalam menghadapi musim kemarau serta ancaman karhutla yang kerap melanda provinsi ini setiap tahun.

Follow kaltenginfo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: lenterakalimantan.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks