Pencarian

Gubernur Kalteng Ajak Ribuan Warga Palangka Raya Shalat Istisqa, Ini Ikhtiar Batin Hadapi Kemarau dan Karhutla

Minggu, 23 Agustus 2026 • 15:37:02 WIB
Gubernur Kalteng Ajak Ribuan Warga Palangka Raya Shalat Istisqa, Ini Ikhtiar Batin Hadapi Kemarau dan Karhutla
Ribuan warga memadati Bundaran Besar Palangka Raya untuk mengikuti shalat istisqa yang dipimpin Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, Minggu (tanggal).

Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran memimpin shalat istisqa dan doa bersama di Bundaran Besar Palangka Raya, Minggu, sebagai ikhtiar batin menghadapi musim kemarau yang memicu kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kegiatan ini dihadiri jajaran Forkopimda, TNI/Polri, tokoh agama, dan masyarakat.

PALANGKA RAYA — Ribuan warga memadati kawasan Bundaran Besar Palangka Raya sejak pagi untuk mengikuti shalat istisqa yang dipimpin langsung oleh Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Kalteng menghadapi dampak musim kemarau panjang yang melanda wilayah setempat.

Agustiar menyebut musim kemarau tahun ini telah memicu kekeringan di sejumlah daerah serta meningkatkan potensi karhutla yang mengancam kesehatan, lingkungan, dan roda perekonomian masyarakat.

"Musim kemarau ini telah memicu terjadinya kekeringan serta meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan yang mengancam kesehatan, lingkungan, serta roda perekonomian masyarakat kita," katanya di Palangka Raya, Minggu.

Operasi Modifikasi Cuaca dan Penyiagaan Personel Sudah Berjalan

Sebelum mengajak masyarakat memperbanyak doa, Pemprov Kalteng bersama Forkopimda, TNI/Polri, relawan, dan masyarakat telah mengerahkan berbagai upaya lahiriah untuk menangani karhutla. Penyiagaan personel di titik rawan, pemadaman api melalui jalur darat dan udara, hingga operasi modifikasi cuaca menjadi langkah yang terus dijalankan.

Namun, menurut Agustiar, seluruh upaya fisik tersebut belum cukup. Ia menegaskan perlunya menyempurnakan ikhtiar lahiriah dengan ikhtiar batiniah, yakni berserah diri dan memohon pertolongan Allah SWT.

"Sebagai makhluk yang lemah di hadapan Sang Pencipta, segala ikhtiar fisik tersebut harus kita sempurnakan dengan ikhtiar batiniah," ujarnya.

Momentum Muhasabah di Tengah Ancaman Karhutla

Agustiar memaknai shalat istisqa kali ini bukan sekadar ritual meminta hujan. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikannya momentum untuk melakukan muhasabah, mengoreksi diri, bertaubat, serta memohon ampunan atas berbagai kekhilafan dan dosa.

Imbauan ini disampaikan di tengah kekhawatiran meluasnya karhutla yang kerap terjadi di Kalteng setiap musim kemarau. Asap tebal dari kebakaran lahan biasanya berdampak langsung pada kesehatan warga dan mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Tjilik Riwut.

Larangan Membakar Lahan dan Imbauan Gunakan Masker

Di sela kegiatan, gubernur juga mengingatkan masyarakat untuk ikut menjaga lingkungan. Ia meminta warga tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta menggunakan persediaan air bersih secara bijak dan efisien selama musim kemarau.

Untuk melindungi kesehatan, Agustiar mengimbau warga mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara memburuk. Penggunaan masker juga disarankan sebagai upaya perlindungan diri dari paparan asap karhutla.

Kegiatan shalat istisqa di Bundaran Besar ini menjadi salah satu rangkaian upaya Pemprov Kalteng dalam merespons dampak kemarau yang diperkirakan masih akan berlangsung beberapa waktu ke depan.

Follow kaltenginfo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kalteng.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks