Pencarian

156 Siswa di Seruyan Keracunan Usai Makan MBG, DPRD Kalteng Desak SPPG Perketat Pengawasan

Kamis, 13 Agustus 2026 • 18:47:01 WIB
156 Siswa di Seruyan Keracunan Usai Makan MBG, DPRD Kalteng Desak SPPG Perketat Pengawasan
siswa di Seruyan mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dari program MBG.

PALANGKA RAYA — Wakil Ketua Komisi I DPRD Kalimantan Tengah, Sudarsono, menyatakan keprihatinannya atas insiden yang menimpa pelajar di Kabupaten Seruyan. Ia menegaskan kejadian serupa tidak boleh terulang, sehingga kualitas bahan baku, proses pengolahan, hingga pendistribusian makanan harus menjadi prioritas utama setiap pengelola dapur MBG.

"Kita prihatin. Kami meminta penyedia atau SPPG MBG menjaga kualitas makanan karena kejadian seperti ini tidak boleh terulang lagi," ujar Sudarsono, Selasa (11/8/2026).

Korban Tersebar di Dua Sekolah Menengah

Insiden ini melibatkan 90 siswa SMP Negeri 1 Kuala Pembuang dan 66 siswa SMA Negeri 1 Kuala Pembuang. Mereka mengeluhkan beragam gejala gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan yang diproduksi SPPG Seruyan Hilir, Kuala Pembuang I.

Menanggapi kejadian tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) telah mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara operasional dapur penyedia. Penghentian ini dilakukan untuk memudahkan proses investigasi dan pemeriksaan menyeluruh terhadap dugaan kontaminasi pangan.

BGN Diminta Beri Sanksi Tegas Jika Ada Kelalaian

Wakil Ketua II DPRD Kalteng, Muhammad Ansyari, mendukung penuh langkah evaluasi yang dilakukan BGN. Menurutnya, prosedur yang dijalankan sudah tepat, dimulai dari suspensi dapur hingga pemeriksaan untuk memastikan sumber keracunan.

"Biasanya dapur penyedia makanan akan langsung disuspend terlebih dahulu. Setelah itu dilakukan investigasi dan pengecekan untuk memastikan apakah benar keracunan tersebut berasal dari MBG yang mereka konsumsi," kata Ansyari, Selasa (4/8/2026).

Ansyari menambahkan, apabila hasil investigasi menemukan adanya unsur kelalaian dalam penyajian makanan, sanksi tegas harus dijatuhkan. Hukuman tersebut bisa berupa perpanjangan masa penghentian operasional hingga pencabutan izin sesuai dengan tingkat pelanggaran yang dilakukan.

Evaluasi Menyeluruh Jadi Kunci Keberlanjutan Program

Ia berharap kasus ini menjadi pembelajaran bagi seluruh pengelola SPPG di Kalimantan Tengah. Aspek keamanan pangan tidak boleh diabaikan demi menjaga keberlanjutan program nasional yang menyasar anak-anak sekolah ini.

"Jika memang disebabkan oleh kelalaian dalam penyajian makanan, maka kita mendukung agar BGN segera melakukan evaluasi terhadap dapur penyedia tersebut," pungkasnya.

Dewan menekankan pengawasan berkelanjutan diperlukan tidak hanya saat insiden terjadi, tetapi juga dalam operasional harian. Hal ini untuk memastikan makanan yang diterima peserta didik aman dikonsumsi dan memenuhi standar gizi yang telah ditetapkan.

Follow kaltenginfo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: zonakota.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks