KALIMANTAN TENGAH — Kesenjangan antara materi kuliah dan realitas pabrik coba dipangkas oleh Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) Semarang. Rombongan yang terdiri dari dekan, dosen, dan mahasiswa ini memilih United E-Motor Plant 3 di Curug, Tangerang, sebagai laboratorium hidup mereka.
Fasilitas Konversi Jadi Daya Tarik Utama
Selama berkeliling, peserta tidak hanya melihat proses perakitan motor listrik dari awal hingga jadi. Satu fasilitas yang paling menyedot perhatian adalah area konversi kendaraan. Di sini, motor konvensional berbasis bahan bakar minyak (BBM) diubah menjadi motor listrik ramah lingkungan.
"Kami menyambut hangat kedatangan FTI UNISSULA dan Ibu Tina Talisa. Sinergi seperti ini sangat krusial," ujar Henry Mulyadi, Direktur PT Terang Dunia Internusa Tbk, dalam keterangan resminya. Ia menekankan bahwa generasi muda perlu melihat langsung bahwa industri otomotif masa depan sudah berjalan di tanah air.
Investasi Jangka Panjang untuk Talenta EV
Kunjungan ini bukan sekadar acara seremonial. Bagi United E-Motor, membuka pintu pabrik untuk dunia pendidikan adalah investasi jangka panjang. Henry berharap keterbukaan ini bisa memicu kolaborasi riset yang lebih dalam serta peningkatan kapasitas mahasiswa secara riil.
Sepanjang agenda, ruang diskusi berjalan hidup. Para mahasiswa dan dosen antusias melempar pertanyaan seputar masa depan teknologi EV dan peluang karier di dalamnya. Mereka juga dibekali pemahaman mengenai standar kualitas global serta visi United E-Motor merajai pasar domestik.
Momentum Kunjungan Wapres Gibran
Langkah FTI UNISSULA ini dipicu oleh momentum penting sebelumnya. Tepat pada 26 Juni 2026, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah lebih dulu meninjau pabrik milik PT Terang Dunia Internusa Tbk (UNTD) tersebut. Perhatian besar dari pemerintah inilah yang memantik rasa penasaran sektor pendidikan untuk membedah langsung proses inovasi dari dalam dapur produksi.
Kehadiran Tina Talisa, Staf Khusus Wakil Presiden RI, dalam kunjungan mahasiswa ini mempertegas bahwa sinergi antara dunia akademis dan industri hijau sedang menjadi sorotan utama pemerintah.
Rantai Produksi Presisi hingga Unit Siap Jual
Para peserta menyaksikan dari dekat rantai produksi yang presisi. Mulai dari tahap perakitan awal, sistem kendali mutu (quality control) yang ketat, hingga unit motor siap meluncur ke pasar. Menurut Henry, sektor pendidikan memegang kunci utama dalam melahirkan talenta yang kompeten dan adaptif terhadap disrupsi teknologi.
Bagi United E-Motor, membuka pabrik untuk mahasiswa adalah cara menanam benih talenta unggul yang siap menopang ekosistem kendaraan listrik nasional di masa depan. (KIT)