Pencarian

7 Fakta Unik Palangka Raya, Kota Terluas di Indonesia yang Pernah Diproyeksikan Jadi Ibu Kota oleh Soekarno

Kamis, 16 Juli 2026 • 15:24:01 WIB
7 Fakta Unik Palangka Raya, Kota Terluas di Indonesia yang Pernah Diproyeksikan Jadi Ibu Kota oleh Soekarno
Presiden Soekarno meresmikan pembangunan Palangka Raya melalui peletakan tiang pertama pada 17 Juli 1957 di kawasan Taman Pasuk Kameloh.

PALANGKA RAYA — Banyak yang mengenal Palangka Raya sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah. Namun, sejarah panjang kota ini menyimpan cerita yang jarang diketahui publik, mulai dari perencanaan ambisius era Soekarno hingga statusnya sebagai kota dengan wilayah terluas di Indonesia.

Luas Wilayah Empat Kali Lipat Jakarta

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Palangka Raya, luas wilayah kota ini mencapai 2.853,12 kilometer persegi. Sebagai perbandingan, luas DKI Jakarta hanya sekitar 661,5 kilometer persegi. Artinya, Palangka Raya memiliki wilayah lebih dari empat kali lipat ibu kota negara saat ini.

Wilayah seluas itu terbagi menjadi lima kecamatan: Pahandut, Jekan Raya, Bukit Batu, Rakumpit, dan Sabangau. Sebagian besar areanya masih berupa hutan, rawa gambut, sungai, dan kawasan konservasi.

Kepadatan penduduknya pun sangat rendah. Dengan jumlah penduduk lebih dari 310 ribu jiwa, kepadatan hanya sekitar 100 jiwa per kilometer persegi. Suasana kota terasa lega, minim kemacetan, dan kualitas udaranya jauh lebih baik dibandingkan kota-kota besar di Pulau Jawa.

Soekarno Langsung Meresmikan Pembangunan Kota

Palangka Raya memiliki ikatan sejarah yang kuat dengan Presiden pertama RI, Soekarno. Pada 17 Juli 1957, Soekarno datang langsung ke lokasi pembangunan ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah dan meresmikannya melalui peletakan tiang pertama atau Tugu Ibu Kota Provinsi Kalimantan Tengah.

Monumen tersebut kini dikenal sebagai Tugu Soekarno yang berada di kawasan Taman Pasuk Kameloh. Tanggal 17 Juli kemudian diperingati sebagai Hari Jadi Kota Palangka Raya setiap tahunnya.

Mengapa Wacana Ibu Kota Gagal?

Jauh sebelum Ibu Kota Nusantara (IKN) dibangun di Kalimantan Timur, Palangka Raya sudah masuk dalam gagasan pemindahan ibu kota negara. Soekarno menilai kota ini memiliki sejumlah keunggulan: berada di tengah wilayah Indonesia, lahan sangat luas, minim risiko gempa dan tsunami, serta tidak perlu merelokasi penduduk sebesar Jakarta.

Namun, memasuki pertengahan 1960-an, kondisi politik nasional berubah akibat pergolakan yang berujung pada peralihan pemerintahan dari Orde Lama ke Orde Baru. Keterbatasan anggaran negara dan bergesernya prioritas pembangunan membuat wacana tersebut dihentikan.

Nama dan Julukan yang Sarat Makna

Nama Palangka Raya berasal dari bahasa Dayak Ngaju. Palangka berarti tempat, wadah, atau kawasan, sedangkan raya berarti besar atau agung. Jika digabungkan, maknanya adalah tempat yang besar, mulia, dan menjadi pusat kehidupan.

Kota ini juga dijuluki "Kota Cantik". Julukan tersebut bukan semata karena keindahan alamnya, melainkan juga merupakan akronim: Terencana, Aman, Nyaman, Tertib, Indah, dan Keterbukaan.

Jalan Lebar dan Minim Kemacetan

Berbeda dengan kota-kota besar lain di Indonesia, Palangka Raya memiliki jaringan jalan yang lebar. Banyak ruas jalan utama berukuran luas dengan lalu lintas yang relatif lancar. Perencanaan kota sejak era Soekarno memang menginginkan Palangka Raya berkembang sebagai kota masa depan. Jumlah kendaraan yang belum padat ditambah kepadatan penduduk rendah membuat kota ini hampir tidak pernah mengalami kemacetan.

Hutan Kota dan Pusat Rehabilitasi Orang Utan

Palangka Raya termasuk salah satu ibu kota provinsi yang masih sangat menjaga kelestarian hutannya. Di sekitar kota terdapat Taman Nasional Sebangau, salah satu kawasan rawa gambut terbesar di dunia. Ada juga Nyaru Menteng, pusat rehabilitasi orang utan yang dikelola Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS Foundation), serta Bukit Tangkiling yang menjadi kawasan wisata alam.

Bagikan
Sumber: detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks