Pencarian

BPBD Kalteng Catat 640 Bencana hingga Juli 2026, Karhutla Dominasi dengan 435 Kejadian

Rabu, 15 Juli 2026 • 13:44:01 WIB
BPBD Kalteng Catat 640 Bencana hingga Juli 2026, Karhutla Dominasi dengan 435 Kejadian
Petugas BPBD memantau titik api di kawasan terdampak kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah.

PALANGKA RAYA — Angka bencana di Kalimantan Tengah terbilang tinggi dalam tujuh bulan pertama tahun ini. BPBD Kalteng mencatat 640 kejadian bencana sejak 1 Januari hingga 13 Juli 2026. Dari jumlah itu, kebakaran hutan dan lahan menjadi yang paling dominan, mencapai 435 kejadian.

Kepala Pelaksana BPBD Kalteng Ahmad Toyib menyebut dominasi karhutla terjadi seiring masuknya musim kemarau. “Data hingga 13 Juli 2026 mencatat terdapat 640 kejadian bencana di Kalimantan Tengah. Dari jumlah tersebut, kejadian paling banyak adalah kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya, Selasa (14/7/2026).

Luas Karhutla Capai 674 Hektare

Berdasarkan data BPBD, total lahan yang terbakar mencapai 674,04 hektar. Selain karhutla, bencana lain yang tercatat meliputi 99 kebakaran permukiman, 50 kejadian cuaca ekstrem, 47 banjir, 4 kekeringan, 3 abrasi, dan 2 tanah longsor.

Palangka Raya Jadi Wilayah Terparah

Secara geografis, Kota Palangka Raya mencatat jumlah kejadian bencana tertinggi dengan 217 peristiwa. Disusul Kotawaringin Timur sebanyak 101 kejadian, Barito Utara 83 kejadian, dan Kotawaringin Barat 52 kejadian. Sementara itu, Barito Timur menjadi daerah paling rendah dengan hanya dua kejadian.

Kerusakan Infrastruktur dan Fasilitas Umum

Dampak fisik dari rangkaian bencana ini cukup meluas. BPBD mencatat 8.412 rumah terendam banjir, 193 rumah rusak berat, 57 rusak ringan, dan 25 rusak sedang. Fasilitas publik juga tak luput: 43 rumah ibadah, 89 satuan pendidikan, 25 fasilitas kesehatan, dan 16 kantor mengalami kerusakan.

Selain itu, bencana merusak 91 titik ruas jalan dan 60 jembatan di berbagai wilayah. Data korban jiwa mencatat satu orang meninggal dunia serta 10 orang luka-luka.

Imbauan untuk Warga: Jangan Bakar Lahan

Ahmad Toyib mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi karhutla. Ia meminta warga tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan jika menemukan titik api. “Laporkan agar segera ditangani,” tegasnya.

Seluruh pemerintah daerah bersama instansi terkait terus menggencarkan upaya pencegahan dan penanganan bencana, khususnya karhutla yang menjadi ancaman utama selama musim kemarau tahun ini.

Bagikan
Sumber: regional.kompas.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks