BUNTOK — Peringatan Harganas ke-33 di Barito Selatan tahun ini tidak sekadar seremoni. Kepala DP3AP2KB Barsel, Nyimas Artini, menyoroti tantangan peradaban modern yang membuat figur ayah makin terdesak oleh rutinitas dan gawai.
“Ayah wajib hadir untuk menampilkan perannya dalam keluarga. Ayah bukan hanya memenuhi kebutuhan sandang pangan, tapi juga menjadi tempat berlindung,” ujar Nyimas dalam apel yang digelar di halaman kantor dinas, Senin pagi.
Ancaman Gadget dan Kesenjangan Sosial di Rumah
Nyimas mengingatkan, pengaruh negatif gadget yang tidak terkontrol menjadi ancaman serius bagi anak-anak. Tanpa bimbingan ayah, anak bisa mencari pelarian ke hal-hal semu di luar rumah yang berdampak buruk pada pergaulan.
Ia juga meminta orang tua menghindari kesenjangan sosial di dalam lingkungan keluarga sendiri. Menurutnya, keharmonisan rumah tangga justru sering runtuh bukan karena masalah ekonomi, melainkan karena ketimpangan perhatian dan komunikasi.
Tiga Pilar Ketahanan Keluarga Abad ke-21
Dalam pidato yang merujuk pada naskah resmi Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Nyimas memaparkan tiga pilar utama pembangunan keluarga yang harus diperkuat:
- Kesehatan: komitmen menuntaskan masalah kesehatan, termasuk pencegahan stunting sejak dini.
- Pendidikan karakter: menjadikan rumah sebagai “madrasah” bagi anak, tempat integritas, kejujuran, dan kesetiaan ditanamkan.
- Ketahanan mental: keluarga sebagai pelabuhan emosional yang stabil agar anak tumbuh tangguh dan tidak mudah menyerah di tengah tekanan hidup.
Pesan untuk Pegawai: Jadilah Ayah yang Hadir
Nyimas berharap momen Harganas ke-33 menjadi pengingat bagi seluruh jajaran pegawai di lingkup DP3AP2KB untuk mengambil peran aktif sebagai ayah. “Jadilah keluarga yang harmonis, sehat, dan tangguh dalam menghadapi tantangan global yang begitu masif saat ini,” tutupnya.
Peringatan Harganas tahun ini menjadi yang pertama sejak Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga resmi dibentuk di bawah kabinet baru. Tema “Ayah Wajib Hadir” sengaja dipilih untuk mendorong keterlibatan ayah dalam pengasuhan, yang selama ini kerap dianggap sebagai domain ibu semata.
Di Barito Selatan, angka partisipasi ayah dalam kegiatan posyandu dan parenting masih perlu ditingkatkan. Dinas berharap peringatan ini bisa menjadi momentum perubahan pola pikir di tingkat rumah tangga.