KALIMANTAN TENGAH — Ketua Umum PBVSI Imam Sudjarwo mengonfirmasi kepastian tersebut saat penyambutan tim juara di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Senin (29/6). Ia menegaskan Toiran bukan pelatih sementara, melainkan pelatih utama yang akan memimpin skuad Garuda dalam jangka panjang.
Dari Pelatih Darurat ke Arsitek Sejarah
Toiran awalnya hanya ditunjuk sebagai pengganti Sergio Valdares Veloso yang gagal mendampingi timnas karena visa kerja belum rampung. Datang di menit-menit akhir persiapan, ia justru membawa Indonesia menaklukkan Korea Selatan 3-0 (34-32, 25-16, 25-23) di final AVC Men’s Cup 2026 di India, Minggu (28/6).
Gelar ini jadi yang pertama sepanjang sejarah keikutsertaan Indonesia di ajang tersebut. "Kami tidak mengenal karteker. Dia pelatihnya," ujar Imam Sudjarwo dalam sambutannya.
Kontrak Resmi dan Bonus Juara
Imam menyebut pihaknya segera menyiapkan berkas kerja sama untuk Toiran. "Kami tunjuk dan sebentar lagi kami bikinkan berkas kerja sama (kontrak). Sudah, ini ketua umum yang ngomong, mereka sudah pasti dipakai sampai Asian Games," tegasnya.
Sebagai bentuk apresiasi, PBVSI mengucurkan bonus total Rp900 juta. Setiap pemain mendapat Rp50 juta, sementara besaran untuk ofisial disesuaikan kebijakan federasi. "Ini kemampuan PBVSI karena kami independen," kata Imam.
Stabilitas Tim Jadi Prioritas
Keputusan mempertahankan Toiran dinilai langkah strategis. Kontinuitas pelatih diyakini mempermudah persiapan menuju SEA V League 2026 dan Asian Games 2026 — dua turnamen yang level persaingannya jauh lebih ketat.
Pelatih yang juga menukangi Jakarta Bhayangkara Presisi di Proliga itu kini punya waktu lebih panjang untuk membangun skema permainan. Targetnya: mempertahankan performa tim di level Asia dan mencetak sejarah baru.