SAMPIT — Aksi pencurian yang tengah marak di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kini menyasar para penggemar burung kicau atau kicau mania di Kota Sampit. Pelaku tak segan membobol rumah warga saat malam hari, tepat ketika pemilik tengah tidur.
Puluhan Burung Dibawa Kabur, Kerugian Capai Jutaan Rupiah
Dalam sepekan terakhir, setidaknya tiga rumah kicau mania di kawasan Kecamatan Baamang dan Mentawa Baru Ketapang dilaporkan dibobol. Pelaku secara spesifik mengambil burung-burung berkualitas yang memiliki harga jual tinggi, seperti murai batu dan kenari.
Seorang korban, Andi (38), mengaku kehilangan 12 ekor burung dalam satu malam. “Total kerugian saya sekitar Rp 15 juta. Burung-burung itu sudah saya rawat bertahun-tahun dan beberapa di antaranya sudah jadi jawara lomba,” ujarnya saat ditemui, Senin lalu.
Modus Pelaku: Memanfaatkan Kelengahan Pemilik Rumah
Berdasarkan laporan warga, pelaku biasanya beraksi pada dini hari antara pukul 02.00 hingga 04.00 WIB. Mereka masuk melalui jendela atau pintu belakang yang tidak terkunci, lalu langsung menuju kandang burung di teras atau belakang rumah.
“Kami menduga pelaku sudah memantau target sebelumnya. Mereka tahu rumah mana yang memiliki koleksi burung mahal,” kata Kapolsek Baamang, Iptu Hendra Gunawan, dalam keterangan terpisah.
Apa Langkah Polisi Selanjutnya?
Polsek Baamang bersama Polres Kotawaringin Timur saat ini masih melakukan penyelidikan. Petugas telah mengamankan rekaman kamera pengawas (CCTV) di dua lokasi kejadian untuk mengidentifikasi ciri-ciri pelaku.
“Kami imbau para kicau mania untuk lebih waspada. Pasang kunci tambahan pada kandang, dan jika perlu, aktifkan kamera pengawas di area penyimpanan burung,” tambah Iptu Hendra.
Pihak kepolisian juga menggencarkan patroli malam hari di permukiman yang dinilai rawan, khususnya di wilayah Baamang dan Mentawa Baru Ketapang yang menjadi langganan aksi pencurian.