SAMPIT — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kini berpacu dengan waktu guna mematangkan persiapan atlet menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Tengah. Namun, langkah organisasi olahraga tertinggi di kabupaten tersebut tersendat akibat anggaran operasional yang belum kunjung turun dari pemerintah daerah.
Ketua KONI Kotim, Alexius Esliter mengungkapkan bahwa persoalan anggaran ini menjadi kendala paling krusial bagi pihaknya saat ini. Berdasarkan informasi yang diterima, total dana hibah yang dialokasikan mencapai Rp 3 miliar, namun proses pencairannya direncanakan akan dilakukan dalam tiga tahap.
“Kemungkinan bertahap, masing-masing Rp 1 miliar per tahap. Anggaran yang ada itu akan kita gunakan secara maksimal untuk pembinaan atlet,” ujar Alexius pada Rabu (6/5/2026).
Skema Pencairan Bertahap dan Urgensi Pemusatan Latihan
Keterlambatan pencairan dana ini berdampak langsung pada agenda teknis kontingen, terutama pelaksanaan pemusatan latihan atau training center (TC) serta seleksi akhir atlet. KONI Kotim menargetkan dana tersebut sudah bisa digunakan selambat-lambatnya pada Juni mendatang untuk mengejar ketertinggalan jadwal pembinaan.
Kondisi ini memaksa sejumlah cabang olahraga (cabor) harus memutar otak agar performa atlet tetap terjaga. Sejak tahun 2025, pembinaan dilakukan secara swadaya tanpa sokongan dana pusat dari KONI kabupaten.
“Ada beberapa cabor yang melakukan persiapan dan pembinaan atlet secara mandiri, tapi jumlahnya tidak banyak. Seperti billiard, Silat dan juga Basket,” tambah Alexius.
Pendaftaran 900 Atlet dan Target Juara Umum
Meski dihantui krisis anggaran, secara administratif KONI Kotim mengeklaim telah menuntaskan tahapan awal pendaftaran. Sebanyak 29 cabor resmi dan 3 cabor ekshibisi dipastikan akan diikuti oleh kontingen dari Bumi Habaring Hurung ini.
“Untuk progres sampai saat ini kita sudah mendaftarkan semua cabor. Ada lebih dari 900 atlet yang sudah terdaftar, tinggal menunggu hasil verifikasi dari panitia provinsi,” terangnya.
Mengenai peluang mempertahankan predikat juara umum pada Porprov Kalteng di Kabupaten Kotawaringin Barat nanti, Alexius mengaku tidak ingin memberikan janji muluk mengingat minimnya waktu persiapan efektif akibat kendala biaya.
“Harapan untuk bisa mempertahankan juara umum tetap ada, tapi untuk mencapainya kita tidak berani muluk-muluk. Yang penting kita ikut dulu dengan maksimal,” pungkasnya.