Pencarian

Hak Ganti Rugi Penumpang Pesawat Diulas di UPR Palangka Raya

Rabu, 06 Mei 2026 • 14:29:39 WIB
Hak Ganti Rugi Penumpang Pesawat Diulas di UPR Palangka Raya
Ratusan mahasiswa Fakultas Hukum UPR mendalami hukum asuransi dan pengangkutan di Aula Palangka.

PALANGKA RAYA — Ratusan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Palangka Raya (UPR) memadati Aula Palangka untuk mendalami seluk-beluk hukum asuransi dan pengangkutan. Agenda ini menghadirkan praktisi hukum dari DANTO Law Group, Columbanus Priaardanto, sebagai pemateri utama. Fokus pembahasan tertuju pada perlindungan konsumen dalam industri penerbangan sipil.

Hak Penumpang Pesawat: Ganti Rugi Tanpa Beban Pembuktian

Dalam paparannya, Columbanus memperkenalkan konsep product liability sebagai instrumen hukum yang kuat bagi penumpang. Mekanisme ini memungkinkan korban atau ahli waris menuntut tanggung jawab mutlak dari produsen tanpa harus membuktikan adanya unsur kelalaian. Selama ini, banyak masyarakat yang masih ragu menuntut haknya karena kerumitan prosedur pembuktian hukum perdata.

“Kami ingin memberikan pemahaman bahwa penumpang pesawat memiliki hak yang dapat dituntut melalui mekanisme product liability,” ujar Columbanus di hadapan para mahasiswa. Dengan konsep tersebut, kerugian yang dialami konsumen menjadi tanggung jawab penuh penyedia produk atau jasa penerbangan.

Penerapan tanggung jawab mutlak ini dinilai krusial mengingat tingginya risiko kerugian materiil maupun imateriil dalam insiden penerbangan. Columbanus menyebut bahwa pemahaman hukum yang tepat akan menghindarkan masyarakat dari ketidakpastian saat menghadapi sengketa dengan korporasi besar.

Pengalaman Menangani 70 Korban Lion Air dan Sriwijaya Air

Kredibilitas materi yang disampaikan didukung oleh rekam jejak DANTO Law Group dalam menangani kasus kecelakaan udara skala nasional. Columbanus mengungkapkan bahwa timnya telah mendampingi sedikitnya 70 korban dari berbagai insiden besar di Indonesia. Dua di antaranya adalah tragedi jatuhnya pesawat Lion Air JT610 dan Sriwijaya Air SJ182.

Seluruh korban yang didampingi berhasil memperoleh hak mereka melalui jalur hukum yang tepat. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa mekanisme product liability efektif digunakan di Indonesia. Pengalaman lapangan ini dibagikan kepada mahasiswa agar mereka memiliki gambaran riil mengenai praktik hukum pengangkutan di luar teori perkuliahan.

Literasi Hukum untuk Melindungi Konsumen di Kalimantan Tengah

Kegiatan yang mengangkat tema “Hukum Asuransi dan Hukum Pengangkutan: Pertanggungjawaban Perdata Pengangkut dalam Peristiwa Penerbangan” ini mendapat respons antusias. Mahasiswa aktif berdiskusi mengenai celah hukum yang sering kali merugikan penumpang sebagai konsumen. Edukasi semacam ini dianggap vital bagi calon penegak hukum di Kalimantan Tengah.

Columbanus menilai literasi hukum harus terus ditingkatkan agar masyarakat tidak merasa terintimidasi oleh kompleksitas industri penerbangan. Melalui kuliah tamu ini, diharapkan muncul kesadaran kolektif untuk lebih kritis terhadap hak-hak sipil dalam pengangkutan udara. Pengetahuan ini menjadi modal penting bagi para mahasiswa saat nantinya terjun ke dunia profesional hukum.

Bagikan
Sumber: balanganews.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks