PALANGKARAYA — Aksi para siswi SMAK St Aloysius Palangkaraya itu direkam dalam video yang diunggah akun TikTok @romanus_17. Dalam unggahan tersebut, lagu karya Ismail Marzuki dibawakan dengan latar langit yang menguning akibat kepungan asap kebakaran hutan dan lahan.
Kabut asap yang menyelimuti Palangkaraya disebut telah berlangsung selama tiga bulan. Kondisi itu menjadi alasan para siswi memilih Ibu Pertiwi sebagai bentuk keprihatinan atas lingkungan yang terdampak karhutla.
Akun @romanus_17 menuliskan pesan yang menyertai unggahan video tersebut. Menurut akun itu, penampilan paduan suara merupakan persembahan untuk bumi yang sedang merana, khususnya di Bumi Borneo.
"Mari merawat bumi sebagai tempat tinggal bersama yg harmonis. Sekalipun asap ini sdh tiga bulan tetapi harapan tidk boleh putus. Anak2 Kolese mempersembahkan lagi Ibu Pertiwi yang saat ini sedang merana khususnya di Bumi Borneo," tulis akun tersebut, dikutip Senin, 26 Oktober 2026.
Lantunan lagu itu tidak sekadar penampilan sekolah. Para siswi menyampaikan pesan bahwa harapan untuk memulihkan lingkungan harus tetap terjaga di tengah bencana asap yang belum usai.
Melalui persembahan tersebut, para siswi mendorong upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan terus dilakukan. Ajakan menjaga kelestarian alam menjadi bagian dari pesan yang ingin disampaikan lewat video berdurasi singkat itu.
Unggahan tersebut juga mengajak masyarakat merawat lingkungan sebagai tempat tinggal bersama yang harmonis. Seruan itu muncul saat kabut asap masih menyelimuti langit Palangkaraya dan sekitarnya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak sekolah maupun pemerintah daerah mengenai penampilan para siswi tersebut. Video di akun TikTok @romanus_17 menjadi satu-satunya sumber yang beredar soal momen itu.