KALIMANTAN TENGAH — Malang – Upaya Arema FC untuk mengambil alih pengelolaan Stadion Kanjuruhan memasuki babak final. Iwan Budianto, Manajemen Arema FC, mengungkapkan bahwa diskusi dengan tiga kementerian—Kementerian PUPR, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian UMKM—hampir tuntas. Klub menilai langkah ini strategis agar fasilitas berkapasitas puluhan ribu penonton itu terawat dan punya nilai ekonomis.
Rencana Bisnis: Dari Laga Kandang hingga Konser Musik
“Jika dikelola oleh klub, maka banyak nilai lebih yang bisa diambil. Kita bisa memperbaiki fasilitas penonton, bahkan menjadikannya pusat kegiatan ekonomi, tidak hanya untuk sepak bola tapi juga event lain seperti konser musik,” ujar Iwan dalam podcast Arema FC Official TV.
Manajemen telah menyiapkan rencana bisnis agar stadion beroperasi secara berkelanjutan. Model pengelolaan mandiri ini dinilai lebih menguntungkan dibanding skema sewa per-event yang berjalan selama ini. Dengan begitu, perawatan fasilitas dan pengembangan stadion bisa dilakukan lebih konsisten.
Zero Accident: Bukti Arema dan Aremania Berbenah
Di tengah progres negosiasi tersebut, Iwan juga menyoroti catatan penting yang diraih klub dalam satu musim kompetisi penuh: nol insiden atau zero accident. Ia mengapresiasi kerja sama semua pihak, termasuk kepolisian, TNI, panitia pelaksana, dan terutama Aremania.
Pencapaian ini menjadi sinyal kuat bahwa Arema FC dan pendukungnya serius berbenah setelah tragedi Kanjuruhan. Kepercayaan publik dan pemerintah terhadap pengelolaan stadion oleh klub tentu turut dipengaruhi oleh catatan keamanan ini.
Pesan Iwan untuk Aremania: Jaga Eksistensi Klub
Menutup diskusi, Iwan menyampaikan pesan mendalam kepada seluruh pendukung setia Singo Edan. Ia mengajak semua elemen suporter bahu-membahu menjaga eksistensi klub sebagai kebanggaan warga Malang.
“Mari kita bersama-sama menjaga eksistensi ini. Jangan bertanya apa yang Arema berikan pada kita, tapi apa yang akan kita berikan kepada Arema,” tegasnya.
Iwan menegaskan kebesaran Arema tidak bisa ditopang manajemen seorang diri. Peran aktif dan dukungan komunitas suporter menjadi pilar utama keberlanjutan klub di masa depan. Kesepakatan pengelolaan stadion yang tengah berproses ini pun diharapkan menjadi langkah awal kebangkitan Arema yang lebih mandiri.