PALANGKA RAYA — Di tengah gempuran kabut asap yang menyelimuti Kalimantan Tengah, muncul sosok tak biasa dari barisan relawan pemadam kebakaran. Rudiansyah, siswa kelas X HARATI 2 SMAN 10 Palangka Raya, memilih turun ke lapangan dengan mengenakan kostum Superman saat membantu memadamkan karhutla di wilayah Petuk Katimpun, Palangka Raya.
Aksi remaja tersebut terekam dan menyebar luas di media sosial. Bukan hanya soal nyala api yang ia coba jinakkan, melainkan semangatnya yang justru terlihat heroik di tengah keterbatasan. Perhatian publik kian membesar ketika Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, atas arahan Presiden Prabowo Subianto, menyambangi Rudiansyah langsung di lokasi penanganan karhutla.
Berawal dari Trauma Melihat Kebakaran 2015
Kepedulian Rudiansyah terhadap bencana asap ternyata berakar dari pengalaman masa kecilnya. Kepala SMAN 10 Palangka Raya, Rolly Adinovi, menuturkan bahwa pada 2015 silam, saat usianya masih sekitar lima tahun, Rudiansyah pernah menyaksikan langsung keganasan api yang melalap lahan.
"Dia merasa prihatin. Sekarang dia sudah berumur 17 tahun dan merasa sudah bisa membantu. Dia tidak ingin kejadian seperti 2015 terulang lagi," ujar Rolly saat ditemui di SMAN 10 Palangka Raya, Sabtu (22/8/2026).
Kenangan kelam itu menjadi pendorongnya untuk turun tangan. Setiap pulang sekolah maupun di akhir pekan, Rudiansyah menyempatkan diri bergabung dengan upaya pemadaman di lapangan. "Sehari-harinya dia rajin. Dia ikut kegiatan pemadaman api setelah pulang sekolah dan saat Sabtu-Minggu karena tidak ada kegiatan sekolah," jelas Rolly.
Anak Nelayan yang Kini Jadi Perhatian Pejabat Negara
Di balik aksinya yang viral, Rudiansyah berasal dari keluarga sederhana. Ayahnya bekerja sebagai nelayan dan ibunya adalah ibu rumah tangga. Kondisi ekonomi tersebut nyatanya tidak menyurutkan semangatnya untuk bersekolah sekaligus membantu masyarakat di sekitarnya.
Perhatian dari Menteri Kehutanan disebut Rolly menjadi penanda bahwa kerja keras anak didiknya diapresiasi negara. Ia berharap pengalaman ini bisa memacu Rudiansyah untuk meraih cita-cita yang lebih tinggi.
"Dengan kejadian ini, dia sudah tahu arah masa depannya. Ketika nanti sukses, mungkin dia bisa membawa nama Petuk Katimpun supaya lebih diperhatikan lagi oleh pemerintah," katanya.
Pesan Sekolah: Tetap Rendah Hati dan Utamakan Keselamatan
Viral dan mendapat perhatian nasional, Rolly mengingatkan Rudiansyah untuk tidak berubah menjadi pribadi yang sombong. Ia menegaskan bahwa aktivitas belajar di sekolah harus tetap menjadi prioritas utama di tengah hiruk-pikuk pemberitaan.
"Harapan kami dia semakin rajin sekolah dan tetap beraktivitas seperti biasa. Jangan sampai sombong dengan viralnya kejadian ini," tegasnya.
Selain soal sikap, keselamatan juga menjadi perhatian serius pihak sekolah. Paparan asap dan panas api di lapangan merupakan ancaman nyata bagi kesehatan, terlebih Rudiansyah masih berstatus pelajar.
"Kami berpesan supaya lebih memperhatikan pengamanan diri, menggunakan masker, dan menjaga kesehatan. Harapan kami dia selalu sehat dan nanti menjadi orang yang sukses," pungkas Rolly.