Pencarian

Kabut Asap Karhutla Selimuti Sampit, Pesawat Super Air Jet Rute Jakarta–Sampit Terpaksa Kembali ke Jakarta

Minggu, 23 Agustus 2026 • 01:42:31 WIB
Kabut Asap Karhutla Selimuti Sampit, Pesawat Super Air Jet Rute Jakarta–Sampit Terpaksa Kembali ke Jakarta
Pesawat Super Air Jet rute Jakarta–Sampit terpaksa kembali ke Jakarta setelah dua kali gagal mendarat akibat kabut asap karhutla di Bandara Haji Asan, Sampit.

SAMPIT — Ratusan calon penumpang tujuan Sampit harus menunda perjalanan setelah pesawat Super Air Jet yang mereka tumpangi gagal dua kali melakukan pendaratan di Bandara Haji Asan, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Sabtu siang. Kondisi jarak pandang yang minim akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memaksa pilot mengambil keputusan untuk kembali ke bandara asal di Jakarta.

Pesawat yang terbang dari Jakarta sekitar pukul 13.45 WIB tersebut sempat berputar di udara untuk mencoba dua kali pendaratan. Namun, upaya itu tidak membuahkan hasil karena kondisi cuaca dinilai rawan membahayakan keselamatan.

Penumpang Sempat Menunggu di Udara, Akhirnya RTB ke Jakarta

Sari, salah seorang penumpang yang dihubungi dari Sampit, menuturkan penerbangan berjalan lancar selama hampir 1,5 jam. Kendala baru muncul ketika pesawat hendak tiba di wilayah udara Sampit.

"Tadi pesawat sempat berputar dua mencoba dua kali pendaratan, tapi tidak memungkinkan. Pesawat akhirnya kembali ke Jakarta," ujar Sari.

Keputusan untuk kembali ke bandara asal atau return to base (RTB) diambil setelah informasi dari pihak maskapai menyebut kondisi asap menyebabkan jarak pandang di Bandara Haji Asan berada pada batas minimum operasional penerbangan. Penerbangan lanjutan IU351 rute Sampit–Jakarta yang dijadwalkan berangkat pukul 14.50 WIB pun ikut dibatalkan.

148 Penumpang Terdampak, Sebagian Cari Tiket Alternatif

Super Air Jet tercatat membawa 148 penumpang dewasa, dua bayi, dan satu anak-anak pada penerbangan yang batal mendarat tersebut. Atas kejadian ini, maskapai memberikan pengembalian dana penuh kepada para penumpang.

Sebagian penumpang disebutkan mencoba jalur alternatif melalui Bandara Iskandar di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat. Namun, mereka masih harus menunggu jadwal keberangkatan esok hari. "Ini masih mencari tiket juga karena di Pangkalan Bun penerbangannya siang. Belum tahu kalau lewat Palangka Raya apa bisa pagi atau tidak," tambah Sari.

Corporate Communications Strategic of Wings Air, Danang Mandala Prihantoro, membenarkan batalnya pendaratan tersebut. Pihaknya masih berkoordinasi dan akan menyampaikan keterangan lebih detail terkait kejadian ini.

Bandara Sampit Pantau Titik Api dan Jarak Pandang

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II Haji Asan Sampit, Abdul Haris, menyatakan kondisi kabut asap di sekitar bandara menjadi penyebab utama terganggunya operasional penerbangan. Pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan karhutla di kawasan tersebut.

"Kondisi tersebut menjadi pertimbangan keselamatan dalam pelaksanaan penerbangan. Dalam situasi ketika kondisi aktual tidak memungkinkan untuk melaksanakan pendaratan dengan aman, penerbangan dapat melakukan RTB sesuai prosedur operasional yang berlaku," kata Abdul Haris.

Waktu operasional bandara yang hanya hingga pukul 17.00 WIB juga menjadi faktor yang diperhatikan. Keberadaan titik api di sekitar kawasan bandara sebelumnya telah menjadi perhatian, sehingga koordinasi dengan tim penanganan karhutla terus dilakukan sebagai upaya mitigasi.

Karhutla Ganggu Sektor Transportasi, Penumpang Diminta Cek Jadwal

Insiden ini menjadi pengingat bahwa kebakaran hutan dan lahan tidak hanya berdampak pada lingkungan dan kesehatan, tetapi juga melumpuhkan layanan publik, termasuk transportasi udara. Masyarakat yang hendak bepergian melalui Bandara Haji Asan Sampit diimbau memastikan kembali status penerbangan kepada maskapai sebelum menuju bandara, khususnya saat jarak pandang sedang tidak mendukung.

UPBU Kelas II Haji Asan Sampit bersama pemangku kepentingan terkait berkomitmen mengutamakan keselamatan penerbangan serta terus memantau perkembangan karhutla di sekitar bandar udara.

Follow kaltenginfo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kalteng.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks