Pencarian

Asap Karhutla Kobar Makin Pekat, Jarak Pandang Bandara Iskandar Tersisa 500 Meter, Dua Pesawat Rute Jakarta Delay

Jumat, 21 Agustus 2026 • 16:56:31 WIB
Asap Karhutla Kobar Makin Pekat, Jarak Pandang Bandara Iskandar Tersisa 500 Meter, Dua Pesawat Rute Jakarta Delay
Petugas memantau pergerakan pesawat di Bandara Iskandar, Pangkalan Bun, saat jarak pandang turun menjadi 500 meter akibat kabut asap karhutla.

PANGKALAN BUN — Dua maskapai penerbangan dari Jakarta terpaksa menunda jadwal keberangkatan menuju Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, pada Jumat (21/8/2026) akibat kabut asap karhutla yang menyelimuti wilayah tersebut. Nam Air IN190 dan Batik Air ID-6202 mengalami keterlambatan hingga sekitar dua jam dari jadwal semula karena jarak pandang di Bandara Iskandar tidak memenuhi syarat keselamatan.

Berdasarkan hasil pemantauan BPBD Kobar, jarak pandang di bandara hanya tercatat 500 meter. Angka ini berada di bawah batas minimum operasional penerbangan yang ditetapkan pada kisaran 800 meter.

Penerbangan Lanjutan Terancam Efek Berantai

Plt Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kobar, Adnan Santana, menyatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan otoritas bandara dan maskapai untuk memantau perkembangan situasi. "Tim BPBD terus melakukan pemantauan kondisi udara dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan keselamatan penerbangan," kata Adnan.

Keterlambatan ini berpotensi menimbulkan efek berantai pada jadwal penerbangan berikutnya. Pasalnya, Nam Air hanya mengoperasikan satu unit pesawat untuk melayani sejumlah rute secara beruntun, sehingga jeda keterlambatan di Pangkalan Bun bisa menggeser jadwal di kota tujuan lainnya.

Konsentrasi Asap Paling Pekat di Pagi Hari

Forecaster on Duty BMKG Kotawaringin, Ni Kadek Trisna Dewi, membenarkan konsentrasi asap di wilayah Kobar dalam beberapa hari terakhir cenderung meningkat, terutama pada pagi hari. Pada kondisi terburuk, jarak pandang mendatar bisa turun hingga hanya beberapa ratus meter.

Memasuki siang hari, konsentrasi asap umumnya mulai berkurang sehingga jarak pandang kembali membaik. Namun, BMKG mengingatkan kondisi ini masih sangat bergantung pada perkembangan hotspot, aktivitas karhutla, arah dan kecepatan angin serta kondisi cuaca.

Belum Ada Tanda Hujan, Warga Diminta Pakai Masker

Hingga saat ini belum terdapat indikasi hujan signifikan di Kobar. BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada dan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, terutama pada pagi hari ketika konsentrasi asap cenderung lebih tinggi. Kualitas udara yang memburuk akibat karhutla tidak hanya mengganggu penerbangan, tetapi juga berisiko terhadap kesehatan warga setempat.

Follow kaltenginfo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kaltengonline.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks