Pencarian

UPR dan Dispursip Kalteng Gelar Workshop Seni Tari dan Lukis untuk 20 Anak dari Sekolah Khusus di Palangka Raya

Kamis, 27 Agustus 2026 • 00:24:01 WIB
UPR dan Dispursip Kalteng Gelar Workshop Seni Tari dan Lukis untuk 20 Anak dari Sekolah Khusus di Palangka Raya
Peserta didik dari Sekolah Khusus di Palangka Raya mengikuti workshop seni tari dan lukis yang digelar UPR bersama Dispursip Kalteng.

PALANGKA RAYA — Puluhan peserta didik dari Sekolah Khusus (SKh) di Kota Palangka Raya mendapat ruang berekspresi melalui seni tari dan seni lukis. Kegiatan ini digelar Program Studi Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik (Sendratasik) FKIP Universitas Palangka Raya (UPR) bersama Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispursip) Kalimantan Tengah serta Lampang Tandang Art Museum and Gallery. Program bertajuk "Jejak Merdeka: Gerak dan Warna" ini dirancang untuk menghadirkan seni sebagai media inklusif bagi semua kalangan.

PALANGKA RAYA — Sebanyak 20 anak dari sejumlah sekolah khusus di Kota Palangka Raya mengikuti lokakarya seni yang memadukan gerak tari dan goresan warna. Mereka tidak hanya menerima materi, tetapi langsung mempraktikkan keterampilan yang diajarkan oleh tenaga pengajar dan seniman profesional.

Koordinator Program Studi Pendidikan Sendratasik FKIP UPR, Yuliati Eka Asi, mengatakan kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama yang telah disepakati sebelumnya. Pihaknya sengaja menyasar sekolah khusus sebagai wujud nyata kehadiran kampus di tengah masyarakat.

Seni sebagai Ruang Ekspresi yang Setara

Yuliati menegaskan bahwa seni seharusnya dapat dinikmati dan dipelajari oleh berbagai kalangan, termasuk peserta didik di sekolah khusus. Melalui kegiatan ini, UPR ingin membuktikan bahwa seni bisa menjadi media inklusif yang menghubungkan semua orang tanpa terkecuali.

"Kami ingin kampus ini ada di tengah masyarakat dan seni bisa dirasakan oleh semua khalayak," ujarnya dalam keterangan resmi di Palangka Raya, Rabu.

Belajar Langsung dari Seniman dan Pengajar

Dalam lokakarya tersebut, para peserta mendapatkan pelatihan tari yang dipandu langsung oleh tenaga pengajar Program Studi Sendratasik FKIP UPR. Sementara untuk sesi seni lukis, mereka didampingi seniman dari Lampang Tandang Art Museum and Gallery.

Seniman Palangka Raya, Lampang, menjelaskan bahwa pendekatan yang digunakan dalam workshop lukis berbeda dari metode konvensional. Anak-anak diperkenalkan pada warna terlebih dahulu dan diajak mengekspresikannya menjadi sebuah karya tanpa harus terikat pada bentuk awal.

"Bagaimana memperkenalkan warna dan bagaimana warna itu juga bisa menjadi suatu karya. Tidak harus ada bentuk awalnya. Dari warna pun dia sudah berbicara tentang painting atau melukis," jelasnya.

Karya Peserta Akan Dipamerkan di FKIP Expo

Yuliati menambahkan, hasil lukisan yang dibuat para peserta nantinya akan dipamerkan dalam gelaran FKIP Expo yang dijadwalkan berlangsung pada 27-28 Agustus 2026. Hal ini menjadi bentuk apresiasi nyata atas karya anak-anak dari sekolah khusus.

Ia berharap kolaborasi ini dapat terus dikembangkan ke depannya. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum memperkuat komitmen berbagai pihak dalam membangun lingkungan seni yang inklusif, dengan memberikan kesempatan kepada setiap anak untuk berekspresi, berkarya, dan menunjukkan potensi yang dimiliki.

Follow kaltenginfo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kalteng.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks