SAMPIT — DPD Hiswana Migas Sampit meminta Pertamina menambah kuota pasokan BBM untuk Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) guna mengurai antrean panjang yang terjadi di sejumlah SPBU. Permintaan itu disampaikan langsung dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama DPRD Kotim, Rabu (26/8/2026).
Ketua DPD Hiswana Migas Sampit, Axcel Afriando Narang, menyatakan pihaknya telah menyampaikan aspirasi para pengelola SPBU agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi. Namun, ia menegaskan besaran tambahan kuota menjadi kewenangan teknis Pertamina.
"Kami dari Hiswana sudah meminta kepada Pertamina agar ada penambahan suplai sehingga kebutuhan masyarakat Kotawaringin Timur bisa tercukupi," ujarnya usai mengikuti RDP terkait antrean BBM.
Pasokan Aman, Antrean Dipicu Selisih Harga dan Panic Buying
Menariknya, hasil RDP justru menunjukkan pasokan BBM dari Pertamina disebut masih mencukupi dan bahkan mengalami peningkatan dibanding periode sebelumnya. Kondisi ini memunculkan dugaan bahwa antrean panjang bukan semata-mata akibat kelangkaan stok.
Axcel menjelaskan, setidaknya ada tiga faktor yang memicu penumpukan kendaraan di SPBU. Pertama, meningkatnya kebutuhan masyarakat. Kedua, selisih harga yang cukup jauh antara Pertalite dan Pertamax membuat warga berbondong-bondong memilih BBM bersubsidi.
"Kemudian ada perbedaan harga yang cukup besar antara Pertalite dan Pertamax, kebutuhan yang meningkat, serta kemungkinan adanya panic buying di masyarakat," kata Axcel.
SPBU Dinilai Tak Bermain, Pola Distribusi Jadi Sorotan
Terkait tudingan adanya permainan dalam distribusi BBM, Axcel membantahnya. Ia menilai para pengelola SPBU di Kotim telah menjalankan tugas penyaluran sesuai aturan yang berlaku.
"Kalau yang kami lihat, SPBU sudah cukup maksimal dalam mendistribusikan dan menjual BBM kepada masyarakat. Jadi sejauh ini kami tidak melihat adanya permainan dari SPBU," tegasnya.
Sementara itu, keluhan warga mengenai jadwal pengisian BBM yang tidak seragam di setiap SPBU dijawab dengan penjelasan pola distribusi Pertamina. Pengiriman BBM lebih dahulu diprioritaskan ke SPBU di dalam kota sebelum akhirnya menyusul ke wilayah pinggiran.
RDP Jadi Dasar Evaluasi Penambahan Kuota BBM
Axcel berharap hasil RDP bersama DPRD Kotim dapat menjadi dasar bagi Pertamina untuk mengevaluasi dan menambah pasokan BBM. Langkah ini dinilai krusial agar antrean panjang yang selama ini dikeluhkan masyarakat dapat segera teratasi dan aktivitas ekonomi di Kotim tidak terganggu.
"Kalau soal berapa tambahan kuotanya, itu teknis di Pertamina. Kami hanya menyampaikan kebutuhan dan aspirasi dari para mitra," pungkasnya.