Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Tengah menggandeng lembaga jasa keuangan untuk menggelar puncak Hari Indonesia Menabung (HIM) 2026 di Sekolah Rakyat Palangka Raya. Kegiatan ini menyasar peserta didik dengan tujuan menanamkan kebiasaan menabung serta meningkatkan literasi dan inklusi keuangan sejak usia sekolah.
PALANGKA RAYA — OJK Kalimantan Tengah menjadikan momen Hari Indonesia Menabung (HIM) 2026 sebagai pintu masuk untuk membangun kecakapan finansial generasi muda. Puncak peringatan digelar di Sekolah Rakyat Palangka Raya dengan mengusung tema "Merajut Masa Depan melalui Literasi dan Inklusi Keuangan", Rabu.
Kepala OJK Kalimantan Tengah Primandanu Febriyan Aziz menegaskan bahwa kebiasaan menabung bukan sekadar menyisihkan uang, melainkan langkah awal membentuk pola pikir pengelolaan keuangan yang sehat.
"Literasi dan inklusi keuangan memiliki arti yang sangat penting. Kebiasaan menabung menjadi pintu masuk yang sederhana untuk membangun kecakapan tersebut," jelasnya.
Mengapa Edukasi Keuangan Menyasar Sekolah Rakyat?
Pemilihan Sekolah Rakyat sebagai lokasi puncak acara bukan tanpa alasan. Institusi pendidikan ini menampung peserta didik dari keluarga kurang mampu, sehingga pembekalan literasi keuangan dinilai tepat sasaran untuk memutus rantai kesulitan finansial sejak dini.
Primandanu menyebut momentum HIM menjadi pengingat bahwa budaya menabung seharusnya ditanamkan jauh sebelum seseorang mengenal produk keuangan yang kompleks. Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan menjadikan sekolah sebagai ruang tumbuh generasi yang cerdas dan mandiri secara finansial.
"Jadi, mari bersinergi menjadikan sekolah sebagai ruang untuk menumbuhkan generasi yang cerdas, mandiri dan berdaya secara finansial," ajaknya.
Menabung Sebagai Bekal Hidup Sehari-hari
Kepala Sekolah Rakyat Palangka Raya Ranny Triayu Sintha menyambut baik penyelenggaraan kegiatan ini. Menurutnya, edukasi yang diberikan tidak hanya berhenti pada teori, tetapi juga memberikan pengalaman praktis yang relevan bagi peserta didik.
"Edukasi seperti ini penting untuk membekali peserta didik dengan pemahaman yang sederhana dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga kebiasaan mengelola dan menabung dapat tumbuh sejak usia sekolah," jelasnya.
Kegiatan ini merupakan wujud komitmen OJK bersama pelaku industri jasa keuangan untuk terus mendorong tumbuhnya budaya menabung di Kalimantan Tengah. Dengan pendekatan yang menyentuh langsung lingkungan sekolah, diharapkan indeks literasi keuangan masyarakat, khususnya pelajar, terus meningkat dari tahun ke tahun.