SAMPIT — Pelantikan pengurus Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (Pelti) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masa bakti 2026–2031 berlangsung di Gedung Wanita Sampit, Selasa malam (26/8/2026). Dalam momen tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotim mendorong kepengurusan anyar untuk serius melakukan pembinaan atlet sejak usia dini.
Asisten I Setda Kotim, Waren, menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremoni. Ia menyebut kepengurusan baru memikul amanah besar untuk memajukan olahraga tenis di daerah yang dikenal dengan julukan Kota Sampit ini.
“Atas nama Pemkab Kotim, saya mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh pengurus Pelti yang baru dilantik. Pelantikan ini bukan hanya sebuah acara seremonial, tetapi merupakan awal dari sebuah amanah dan tanggung jawab untuk memajukan olahraga tenis di Kabupaten Kotawaringin Timur,” ujarnya.
Pembinaan Usia Dini Kunci Lahirkan Atlet Berkelas
Menurut Waren, olahraga berperan strategis dalam membentuk generasi muda yang sehat, disiplin, tangguh, sekaligus berkarakter. Karena itu, pembinaan atlet tenis harus berjalan berkelanjutan, baik melalui sekolah, klub, maupun komunitas yang tersebar di Kotim.
Ia berharap Pelti memberikan ruang lebih besar bagi atlet muda untuk berlatih dan bertanding. Menurutnya, kapasitas dan mental kompetisi atlet hanya bisa terasah jika rutin menghadapi pertandingan.
“Prestasi tidak lahir secara instan. Diperlukan latihan yang konsisten, pelatih yang berkualitas, kompetisi yang berkelanjutan, serta dukungan dari semua pihak,” katanya.
Turnamen Berjenjang Jadi Syarat Pemetaan Potensi Atlet
Waren juga mendorong Pelti Kotim lebih agresif menggelar turnamen. Semakin banyak kompetisi digelar, semakin besar peluang untuk memetakan potensi atlet daerah yang selama ini mungkin belum terlihat.
Ia mengingatkan seluruh insan tenis Kotim untuk menjaga persaudaraan dan sportivitas. Perbedaan klub dinilai wajar, tetapi solidaritas dalam satu wadah Pelti harus tetap dijaga.
“Kita boleh berbeda klub, tetapi kita tetap satu keluarga besar Pelti Kotim. Bukan saling menjatuhkan, tetapi saling menguatkan. Bukan mencari siapa yang paling hebat, tetapi bagaimana kita bersama-sama membuat tenis Kotawaringin Timur semakin hebat,” tegasnya.
Minat Masyarakat Melonjak, Pelti Siapkan Program Regenerasi
Ketua Pelti Kotim, Fauzan, menyebut sekitar 40 pengurus telah dilantik untuk periode lima tahun ke depan. Fokus utama kepengurusan barunya adalah mencetak lebih banyak bibit atlet tenis di Bumi Habaring Hurung.
“Untuk rencana Pelti Kotim akan mencetak bibit-bibit atlet baru, sehingga bisa tercapai Kotawaringin Timur yang maju di bidang tenis lapangan,” kata Fauzan.
Fauzan mengungkapkan antusiasme masyarakat, khususnya kalangan pemula, saat ini meningkat signifikan. Keberadaan sejumlah pelatih tenis di Kotim dinilai menjadi pemicu tumbuhnya minat baru terhadap olahraga tersebut.
“Alhamdulillah untuk sekarang peminat tenis sudah meledak. Pemula-pemula itu dengan adanya banyak pelatih yang ada di Kotim sangat terinspirasi. Atlet-atlet muda yang baru sangat antusias sekali,” ujarnya.
Dengan kepengurusan yang baru, Pelti Kotim diharapkan mampu menjalankan program pembinaan secara konsisten. Target jangka panjangnya, lahir atlet-atlet tenis daerah yang mampu bersaing di tingkat provinsi, nasional, hingga internasional.