SAMPIT — Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor mengungkapkan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun lalu mencapai Rp377,72 miliar, atau 77,28 persen dari target Rp488,80 miliar. Angka ini menjadi salah satu sorotan dalam laporan pertanggungjawaban APBD 2025 yang disampaikan dalam rapat paripurna DPRD Kotim.
Retribusi Daerah Melonjak 895 Persen, Pajak Daerah Seret
Komponen PAD yang paling menonjol adalah retribusi daerah. Realisasinya mencapai Rp154,19 miliar, jauh melampaui target awal yang hanya Rp17,21 miliar. Capaian ini setara 895,66 persen dari pagu.
Sebaliknya, realisasi pajak daerah hanya Rp183,12 miliar atau 59,33 persen dari target Rp308,63 miliar. Sementara itu, pendapatan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan tercapai 96,66 persen, dan lain-lain PAD yang sah baru terealisasi 22,49 persen.
Dana Transfer Pusat Jadi Sumber Terbesar Daerah
Halikinnor menjelaskan, sumber pendapatan terbesar Kotim tetap berasal dari dana transfer pemerintah pusat. Realisasinya mencapai Rp1,40 triliun atau 99,27 persen dari target Rp1,41 triliun. Komponen lain seperti dana desa dan insentif fiskal terealisasi Rp153,21 miliar, sementara dana bagi hasil pajak provinsi mencapai Rp125,17 miliar.
"Laporan keuangan yang dihasilkan dari penerapan standar akuntansi pemerintah berbasis akrual memberi manfaat lebih baik bagi para pemangku kepentingan, baik para pengguna maupun pemeriksa laporan keuangan pemerintah," ujar Halikinnor dalam pidatonya.
Belanja Modal Terserap 90,95 Persen, Belanja Tak Terduga Nihil
Dari sisi belanja, realisasi belanja modal mencapai Rp323,07 miliar atau 90,95 persen dari target Rp355,22 miliar. Belanja operasional menjadi pos terbesar dengan realisasi Rp1,51 triliun. Sementara itu, belanja tidak terduga sama sekali tidak terserap dari pagu yang disiapkan sebesar Rp5 miliar.
Realisasi transfer berupa bagi hasil ke desa dan bantuan keuangan mencapai Rp292,61 miliar. Di sisi pembiayaan, penerimaan pembiayaan terealisasi Rp247,74 miliar dan pengeluaran pembiayaan terealisasi penuh Rp10 miliar.
Silpa Rp171 Miliar, Kotim Kembali Raih Opini WTP ke-12
Sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) tahun 2025 tercatat sebesar Rp171,39 miliar, jauh melampaui pagu yang ditetapkan dengan persentase capaian 232,55 persen. Halikinnor menambahkan, Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kotim tahun anggaran 2025 telah diperiksa BPK Perwakilan Kalimantan Tengah dan disampaikan pada 29 Mei 2026.
Kotim kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk ke-12 kalinya secara berturut-turut. Capaian ini menunjukkan laporan keuangan telah disajikan secara wajar, bebas dari salah saji material, serta memenuhi standar akuntansi pemerintahan dan efektivitas sistem pengendalian internal.