Pencarian

Kenaikan Harga Pertamax Rp4.050 di Palangka Raya, Kepala Keluarga Putar Otak Atur Ulang Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 • 23:27:01 WIB
Kenaikan Harga Pertamax Rp4.050 di Palangka Raya, Kepala Keluarga Putar Otak Atur Ulang Anggaran
Warga Palangka Raya menyesuaikan anggaran rumah tangga akibat kenaikan harga Pertamax menjadi Rp16.650 per liter.

PALANGKA RAYA — Kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax di Kalimantan Tengah sebesar Rp4.050 per liter membuat warga Palangka Raya, khususnya kepala keluarga, harus merombak kembali perencanaan keuangan rumah tangga. Harga Pertamax yang sebelumnya Rp12.600 per liter kini melonjak menjadi Rp16.650 per liter, berlaku sejak Rabu (10/6) pukul 00.00 WIB.

Tri (25), seorang kepala keluarga yang ditemui di SPBU Jalan Imam Bonjol, mengaku kaget dengan kenaikan yang mendadak itu. Ia mengaku harus memutar otak menyesuaikan anggaran pengeluaran keluarga yang sudah disusun sebelumnya.

"Sangat memengaruhi karena sebagai kepala keluarga sudah ada perhitungan pengeluaran. Jadi secara tidak langsung harus mengatur ulang anggaran untuk kebutuhan lain," ujarnya.

Di Luar Perkiraan, Warga Mengaku Kaget

Tri menyebut kenaikan ini benar-benar di luar dugaan. Ia baru mengetahui harga baru saat hendak mengisi bahan bakar di SPBU.

"Di luar perkiraan bakal naik. Perasaan saya sedikit kaget karena mendadak banget naiknya," katanya.

Meski demikian, Tri mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab kenaikan. Ia menduga lonjakan harga dipengaruhi oleh harga minyak dunia yang sedang merangkak naik.

Meski Harga Naik, Warga Ogah Beralih ke Pertalite

Alih-alih beralih ke Pertalite yang harganya tetap Rp10.000 per liter, Tri dan sejumlah pengguna lainnya memilih tetap setia pada Pertamax. Alasannya, performa mesin kendaraan menjadi pertimbangan utama.

"Karena faktor mesin dan memang sudah menjadi kebutuhan. Mau tidak mau tetap pakai Pertamax. Kalau beralih ke Pertalite, saya lebih memilih yang aman untuk kendaraan meskipun sedikit keberatan dengan kenaikan harga ini," tuturnya.

Hal senada diungkapkan Ari (20), warga lainnya. Ia tetap memilih Pertamax karena khawatir penggunaan BBM dengan RON berbeda bisa merusak mesin motornya.

"Karena motor ini biasanya isi Pertamax. Kalau diganti Pertalite takutnya ada apa-apa pada mesin. Pertalite itu RON 90, sedangkan Pertamax RON 92, itu yang menjadi pertimbangan," ujarnya.

BBM Subsidi Tak Ikut Naik, Pertalite dan Biosolar Tetap

Di tengah kenaikan Pertamax, harga BBM subsidi di Kalteng tidak mengalami perubahan. Pertalite masih dibanderol Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter.

Sementara itu, Ari mengaku untuk sementara waktu kenaikan ini belum terlalu membebani dirinya. Ia memilih mengikuti kebijakan pemerintah.

"Untuk sementara dengan kenaikan ini tidak memberatkan. Kita mengikuti saja. Kalau naik ikut, kalau turun ikut. Ikut kebijakan pemerintah saja," pungkasnya.

Bagikan
Sumber: beritasampit.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks