KUALA KURUN — Sebanyak 130 petugas Sensus Ekonomi (SE) 2026 di Kabupaten Gunung Mas tengah menjalani pelatihan intensif sebelum turun ke lapangan. BPS setempat membagi pelatihan dalam dua gelombang yang seluruhnya dipusatkan di Kuala Kurun.
Gelombang pertama digelar pada 6-8 Juni 2026, disusul gelombang kedua pada 10-12 Juni 2026. Kepala BPS Gunung Mas Mulya Setiawan mengatakan pelatihan ini menjadi kunci kesuksesan pendataan yang akan berlangsung selama 2,5 bulan.
Bekal Petugas: Dari Konsep Data hingga Aplikasi FASIH-Mobile
Dalam pelatihan tersebut, para petugas dibekali pemahaman konsep dan definisi SE2026, teknik wawancara yang efektif, serta penggunaan aplikasi FASIH-Mobile. Aplikasi buatan BPS ini memungkinkan pendataan dilakukan secara digital melalui ponsel pintar atau tablet.
"FASIH singkatan dari Flexible Authentically Survey in Harmony, yang memungkinkan petugas melakukan pendataan secara lebih efisien di lapangan," ujar Mulya saat dihubungi dari Kuala Kurun, Kamis.
Aplikasi tersebut dapat diinstal melalui Playstore. Dengan FASIH-Mobile, petugas tak lagi perlu membawa kertas kuesioner dan data bisa langsung terekam secara real-time.
Data Jadi Panglima Kebijakan Pembangunan Daerah
SE2026 merupakan pendataan menyeluruh yang mencakup seluruh lapisan masyarakat dan pelaku usaha di Gunung Mas, mulai dari perusahaan besar swasta, perbankan, hingga BUMD. Pendataan dimulai Mei hingga Agustus 2026.
Wakil Bupati Gunung Mas Efrensia LP Umbing menegaskan data yang dihasilkan akan menjadi fondasi kebijakan pembangunan. "Data yang akurat dan terkini akan menjadi landasan pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya di Kuala Kurun, Senin (25/5).
Petugas Garda Terdepan, Wajib Data Semua Warga
Efrensia mengingatkan bahwa petugas lapangan memegang peran krusial. Sebab, sensus ini mewajibkan semua warga di kabupaten bermoto Habangkalan Penyang Karuhei Tatau terdata, baik yang memiliki usaha maupun tidak.
"Harapan besar pemerintah ada di pundak para petugas SE2026 untuk menghasilkan data yang akurat dan terkini. Laksanakan pendataan dengan bangga, sebagai bentuk kontribusi nyata dalam membangun Gumas," pesan Efrensia.
Mulya Setiawan berharap setelah mengikuti pelatihan, para petugas mampu menghasilkan data berkualitas. "Sehingga SE2026 di Gumas dapat berjalan sukses dan memberikan manfaat bagi pembangunan daerah," pungkasnya.