Pencarian

Studi Terbaru Ungkap Isoflavon Kedelai Efektif Redakan Gejala Menopause pada Wanita, Tempe dan Tahu Jadi Sumber Utama

Sabtu, 30 Mei 2026 • 04:02:01 WIB
Studi Terbaru Ungkap Isoflavon Kedelai Efektif Redakan Gejala Menopause pada Wanita, Tempe dan Tahu Jadi Sumber Utama
Isoflavon kedelai dalam tempe dan tahu efektif meredakan gejala menopause pada wanita.

JAKARTA — Bagi perempuan yang memasuki masa menopause, keluhan seperti kekeringan vagina, nyeri saat buang air kecil, hingga penurunan gairah seksual kerap mengganggu kualitas hidup. Sebuah analisis terbaru yang diterbitkan dalam International Journal of Impotence Research kini memberikan secercah harapan lewat bahan pangan yang sangat akrab di lidah masyarakat Indonesia: kedelai.

Isoflavon kedelai, senyawa yang secara alami terdapat dalam tahu, tempe, dan kacang kedelai, terbukti cukup efektif meredakan gejala genital dan seksual pada wanita pascamenopause. Senyawa ini tergolong fitoestrogen dengan struktur kimia yang mirip dengan estrogen alami tubuh.

Bagaimana Isoflavon Bekerja di Tubuh?

Menurut dokter kandungan dan spesialis menopause Heather Bartos, MD, FACOG, isoflavon kedelai sebenarnya tidak menggantikan estrogen secara penuh. “Isoflavon kedelai sebenarnya tidak menggantikan estrogen, tetapi dapat menciptakan efek seperti estrogen ringan pada jaringan tertentu yang terpengaruh oleh menopause, terutama jaringan vagina dan saluran kemih,” jelas Bartos.

Senyawa ini mengikat reseptor estrogen dalam tubuh secara lemah, memberikan efek ringan tanpa risiko yang menyertai terapi hormon konvensional. Inilah yang membuatnya menjadi opsi menarik bagi perempuan yang ingin pendekatan lebih alami.

Dosis dan Durasi yang Diteliti

Uji coba acak yang dilakukan peneliti terhadap 1.325 wanita pascamenopause dari seluruh dunia meneliti konsumsi suplemen isoflavon kedelai dengan dosis 40 hingga 160 miligram per hari. Durasi konsumsi bervariasi antara 4 hingga 24 minggu.

Hasilnya, analisis tersebut menemukan peningkatan secara keseluruhan pada kekeringan vagina dan gejala urogenital. Gejala-gejala ini mencakup nyeri saat buang air kecil, dorongan buang air kecil yang sering, penurunan gairah, serta nyeri atau tekanan di daerah panggul.

Ada Keterbatasan: Tidak Untuk Semua Keluhan

Meski hasilnya menjanjikan di area tertentu, isoflavon kedelai ternyata tidak memberikan manfaat signifikan untuk semua gejala menopause. Studi menemukan senyawa ini kurang efektif mengatasi nyeri saat berhubungan seksual, sensasi panas (hot flashes), keringat malam, dan gejala psikologis seperti perubahan suasana hati.

Makanan vs Suplemen: Mana yang Lebih Baik?

Menurut Melissa Groves Azzaro, RDN, LD, seorang ahli diet terdaftar yang berspesialisasi dalam nutrisi dan hormon, isoflavon kedelai mungkin lebih mudah diserap dari makanan daripada dari suplemen. Artinya, mengonsumsi tempe atau tahu setiap hari bisa lebih efektif dibandingkan menelan pil suplemen.

Namun, tantangannya ada pada jumlah. Dokter kandungan di Maven Clinic New York, Stacey Silverman Fine, MD, FACOG, MSCP, mengatakan untuk mencapai dosis 80 hingga 100 miligram isoflavon setiap hari hanya dari makanan, seorang wanita perlu mengonsumsi dua hingga tiga kali makan yang mengandung kedelai setiap hari. “Itu benar-benar bisa dilakukan dengan perencanaan yang matang, tetapi ini merupakan perubahan pola makan yang nyata,” kata Silverman.

Tips Aman Mengonsumsi Isoflavon Kedelai

Groves Azzaro menyarankan untuk memulai secara bertahap: tambahkan satu hingga dua porsi makanan berbahan dasar kedelai setiap hari, lalu pantau gejalanya. Alternatif lain adalah menggabungkan antara suplemen dan makanan alami.

Namun, ia mengingatkan pentingnya konsultasi dengan dokter terlebih dahulu, terutama bagi perempuan yang sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu. Risiko interaksi perlu diwaspadai pada pasien dengan riwayat kanker yang positif estrogen, mereka yang sudah menggunakan terapi penggantian hormon, atau yang minum obat seperti Tamoxifen yang menghambat efek estrogen.

Bagi perempuan Indonesia yang sejak lama akrab dengan tempe dan tahu sebagai lauk sehari-hari, temuan ini bisa menjadi kabar baik. Tanpa perlu mengubah drastis pola makan, menambahkan porsi kedelai secara konsisten mungkin menjadi langkah sederhana namun bermakna dalam menghadapi masa transisi menopause.

Bagikan
Sumber: kalteng.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks