Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, membagikan 600 masker gratis kepada pengendara dan pejalan kaki di dua titik lampu merah, Jumat. Aksi sosial ini digelar menyusul kualitas udara di kabupaten tersebut yang masuk kategori tidak sehat berdasarkan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) Provinsi Kalimantan Tengah.
PURUK CAHU — PPNI Murung Raya menyasar dua titik dengan mobilitas tinggi, yakni lampu merah depan Samsat dan lampu merah depan RSUD Puruk Cahu. Lokasi ini dipilih karena pengendara sepeda motor dan pejalan kaki paling rentan terpapar polusi udara secara langsung di jalan raya.
Ketua PPNI Murung Raya Andri Irawan menyatakan inisiatif ini lahir dari keprihatinan terhadap kesehatan warga di tengah memburuknya kualitas udara. Berdasarkan pemantauan ISPU Kalimantan Tengah, kondisi udara di wilayah Murung Raya berpotensi memicu gangguan pernapasan.
Imbauan untuk Pengendara dan Kelompok Rentan
Andri meminta masyarakat yang beraktivitas di luar rumah untuk lebih disiplin memakai masker. Ia juga menyarankan warga mengurangi kegiatan di luar ruangan apabila tidak ada keperluan mendesak.
"Kami mengimbau masyarakat, khususnya yang beraktivitas di luar rumah, menggunakan masker, mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak diperlukan, memperbanyak minum air putih, serta menjaga kesehatan dan memperhatikan kondisi anak-anak, lansia, dan kelompok rentan lainnya," tegasnya.
Mengatasi Akar Masalah Kebakaran Hutan dan Lahan
Selain proteksi mandiri, PPNI Murung Raya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengantisipasi penyebab penurunan kualitas udara. Andri menekankan pentingnya peran warga dalam menjaga kelestarian lingkungan demi keselamatan bersama.
"Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan," ucapnya.
Aksi sosial ini menjadi pengingat bagi warga Murung Raya untuk lebih waspada terhadap dampak kesehatan dari kabut asap, sekaligus memperkuat kesadaran kolektif untuk mencegah karhutla di masa mendatang.