Pencarian

Karhutla Kobar Makin Luas, Danlanud Iskandar Imbau Warga Pakai Masker dan Waspadai Titik Panas

Kamis, 20 Agustus 2026 • 22:04:32 WIB
Karhutla Kobar Makin Luas, Danlanud Iskandar Imbau Warga Pakai Masker dan Waspadai Titik Panas
Petugas gabungan memadamkan titik api karhutla di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Rabu (19/8/2026).

PANGKALAN BUN — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kian menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah. Kondisi ini mendorong pihak TNI AU untuk mengingatkan warga agar meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak buruk kesehatan.

Komandan Lanud (Danlanud) Iskandar Pangkalan Bun, Letkol Pnb Nugroho Tri Widyanto, menyebut personelnya masih bahu-membahu dengan petugas pemadam lain memadamkan api. Hingga Rabu (19/8/2026), kebakaran masih terjadi di sejumlah titik, sementara BPBD Kobar belum melakukan pendataan menyeluruh terhadap kejadian terbaru.

Belasan Desa Terkepung Asap, dari Terantang hingga Kubu

Berdasarkan pantauan, asap pekat terpantau menyelimuti Desa Terantang, Kumpai Batu Bawah, Kumpai Batu Atas, Pialun, hingga Sanitani RT 27 Madurejo. Kawasan Sei Kapitan, Sungai Tendang, dan Pangkalan Bungur juga dilaporkan berada dalam kondisi serupa.

Asap juga terlihat di belakang Pondok Pesantren Darul Ulum, Pangkalan Bun Km 13, serta meluas ke wilayah Kotawaringin Lama dan Desa Kubu. Kondisi ini menjadi sinyal bahaya bagi warga yang masih beraktivitas di luar rumah.

Data Terbaru: 461 Titik Panas dan 859 Hektare Lahan Terbakar

Data BPBD Kobar per 18 Agustus 2026 menunjukkan skala ancaman yang serius. Tercatat 461 titik panas atau hotspot tersebar di wilayah Kobar, dengan 189 kejadian karhutla yang menghanguskan total lahan seluas 859,49 hektare.

Cuaca kering yang masih melanda membuat potensi munculnya titik api baru tetap tinggi. Petugas gabungan dari berbagai instansi terus dikerahkan untuk melakukan pemadaman di sejumlah lokasi yang rawan meluas.

Imbauan Danlanud: Lindungi Kelompok Rentan

Nugroho menegaskan masyarakat wajib menggunakan masker setiap kali keluar rumah. Warga juga diminta menunda kegiatan di luar ruangan yang tidak penting selama kabut asap masih menyelimuti permukiman.

Perhatian khusus perlu diberikan kepada anak-anak, lansia, ibu hamil, serta warga dengan gangguan pernapasan. Mereka disebut sebagai kelompok paling rentan terhadap paparan asap.

“Jangan membuka lahan dengan cara membakar,” kata Nugroho menegaskan larangan yang menjadi salah satu kunci pencegahan munculnya kebakaran baru di tengah kondisi Kobar yang masih dikepung asap karhutla.

Follow kaltenginfo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kaltengonline.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks