KALIMANTAN TENGAH — Penerjun dari Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI menutup rangkaian peringatan detik-detik proklamasi di Ibu Kota dengan aksi udara yang menegangkan. Mereka melompat dari pesawat CN295 milik Skuadron Udara Lanud Halim Perdana Kusumah yang dipiloti Letkol Ari Purba Kusuma, lalu mengembangkan parasut di atas langit Jakarta sebelum mendarat di kawasan Monas.
Selain membentangkan kain merah putih berukuran besar, rombongan penerjun juga mengibarkan bendera bertuliskan "81 Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur" serta foto Presiden Prabowo Subianto. Momen ini disiarkan langsung melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Makna Formasi 17 Kanopi dan Manuver Ular-Ularan
Pembawa acara dalam siaran resmi tersebut menjelaskan bahwa formasi 17 kanopi yang dibentuk para penerjun bukan sekadar atraksi. Angka itu merujuk pada tanggal bersejarah 17 Agustus 1945, saat Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya.
"Merah melambangkan keberanian, dan putih melambangkan kesucian," ujar pembawa acara dalam keterangan yang disiarkan Setpres, Senin (17/8/2026).
Setelah formasi awal, para prajurit melakukan manuver ular-ularan di udara. Mereka kemudian bertransisi ke posisi one line, sebuah formasi yang menurut panitia menunjukkan kedisiplinan dan ketepatan dalam mengatur ritme turun menuju drop zone.
Manuver Akhir dan Pendaratan di Titik Nol Ibu Kota
Penerjunan dilakukan dengan teknik pengurangan ketinggian bertahap. "Para penerjun melaksanakan manuver untuk mengurangi ketinggian, dan mengerahkan penerjun ke drope zone," kata pembawa acara dalam narasi siaran tersebut.
Seluruh personel yang diterjunkan berhasil mendarat dengan selamat dan sempurna di area Monas, Jakarta Pusat. Aksi ini menjadi salah satu agenda yang paling dinantikan dalam upacara peringatan kemerdekaan, menutup rangkaian acara yang sebelumnya diisi dengan defile dan atraksi udara lainnya.
Kopassus sendiri secara rutin menampilkan kemampuan terjun payung dalam peringatan HUT RI sebagai bentuk demonstrasi profesionalisme prajurit. Tahun ini, jumlah penerjun sengaja disesuaikan menjadi 17 orang, selaras dengan simbol usia kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81.