Pencarian

BT Group: Perusahaan Telekomunikasi Tertua di Dunia yang Kini Fokus pada Serat Optik dan 5G

Senin, 17 Agustus 2026 • 01:11:06 WIB
BT Group: Perusahaan Telekomunikasi Tertua di Dunia yang Kini Fokus pada Serat Optik dan 5G
BT Group menelusuri silsilahnya hingga Electric Telegraph Company yang didirikan pada 1846 di Inggris.

KALIMANTAN TENGAH — Sejarah BT Group sering menjadi perdebatan soal predikat "perusahaan telekomunikasi tertua di dunia". Silsilahnya memang runut hingga Electric Telegraph Company yang didirikan William Fothergill Cooke dan John Lewis Ricardo pada 1846 untuk mengkomersialkan teknologi telegraf listrik. Namun, perjalanan perusahaan ini tidak pernah linear—melainkan melalui serangkaian merger, nasionalisasi, dan privatisasi selama hampir dua abad.

Dari Telegraf ke Jaringan Serat Optik Modern

Pada 1855, Electric Telegraph Company bergabung dengan International Telegraph Company menjadi Electric and International Telegraph Company. Baru pada 1870, perusahaan ini diambil alih General Post Office (GPO), institusi pemerintah Inggris yang mengelola layanan pos dan telekomunikasi era itu.

Lini bisnis telepon kemudian menyusul. National Telephone Company diserap ke sistem GPO pada 1912, dan Post Office Telecommunications resmi menjadi British Telecom pada 1980. Setahun berikutnya, British Telecommunications memisahkan diri dari GPO, sebelum pemerintah Inggris memulai privatisasi pada 1984 dengan menjual mayoritas saham ke publik.

Klaim BT sebagai perusahaan tertua memang sah secara silsilah, tapi bukan berarti tidak ada pesaing. TeliaSwedia menelusuri asal-usulnya ke badan telegraf negara yang didirikan 1853, Telecom Egypt mengacu pada jalur telegraf pertamanya di 1854, dan Telenor Norwegia merujuk pada Norwegian Telegraph Administration di 1855. Bahkan Prancis punya jaringan telegraf optik negara sejak 1794. Perbedaannya, hampir semua entitas ini pernah menjadi bagian dari badan pemerintah, sehingga membandingkan "usia" mereka bukan perbandingan yang setara.

Openreach: Jantung Infrastruktur Broadband Inggris

Jika ada divisi di dalam BT Group yang paling mirip dengan semangat bisnis telegraf awal, itu adalah Openreach. Perusahaan ini mengelola kabel tembaga dan serat optik yang menghubungkan rumah serta bisnis di Inggris. Openreach tidak melayani konsumen akhir secara langsung—ia menyediakan akses ke ratusan penyedia layanan internet (ISP) yang menjual paket broadband ke publik.

Sejak reformasi Ofcom, regulator komunikasi Inggris, Openreach dipisahkan secara legal dari BT Group dengan dewan direksi, karyawan, manajemen, dan strategi sendiri. Meski begitu, BT Group tetap menjadi pemilik penuh karena Ofcom tidak mewajibkan pemisahan kepemilikan total.

Per 30 Juni, jejak full-fiber Openreach mencapai 23,4 juta lokasi dengan 9,4 juta pelanggan terhubung. Angka ini menjadi tulang punggung penetrasi broadband cepat di Inggris, termasuk layanan yang dijual merek-merek seperti BT, EE, dan Plusnet.

Ekspansi Mobile dan Strategi 5G

Bisnis seluler menjadi pilar besar lain BT Group. Akuisisi EE selesai pada 2016, menjadikan BT pengendali jaringan mobile terbesar di Inggris saat itu. Kini, jaringan 5G+ EE menjangkau 77 persen populasi Inggris. Langkah terbaru, BT Mobile kembali dihadirkan pada 2026 khusus untuk pelanggan broadband BT sebagai paket bundling.

Mengapa Sejarah Panjang Ini Masih Relevan?

Bagi konsumen Indonesia, kasus BT Group menarik sebagai studi bagaimana operator telekomunikasi berevolusi. Dari perusahaan telegraf swasta yang saling bersaing di era Victoria, menjadi badan negara, lalu korporasi privat yang kini bersaing di pasar broadband dan mobile. Pola ini mirip dengan perjalanan Telkom Indonesia yang berakar dari Post en Telegraaf Dienst era kolonial, lalu bertransformasi menjadi operator integrated digital.

William Cooke mungkin tidak akan mengenali bentuk perusahaan ini sekarang. Tapi kabel—entah tembaga atau serat optik—tetap menjadi inti bisnisnya, hanya saja kini mengalirkan data dalam kecepatan yang tak pernah ia bayangkan.

Follow kaltenginfo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: engadget.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks