Pencarian

Pemeriksaan Kesehatan Ibu dan Anak di Sorong dari PLN Papua

Kamis, 29 Oktober 2026 • 14:24:01 WIB
Pemeriksaan Kesehatan Ibu dan Anak di Sorong dari PLN Papua
Ibu hamil dan anak di Sorong mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis dari PLN UIW Papua dan Papua Barat.

KALIMANTAN TENGAH — Sebanyak 203 ibu hamil dan anak di Kota Sorong menerima pemeriksaan kesehatan gratis sekaligus paket bantuan gizi dari PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat. Program Srikandi Movement 2026 menyasar 103 ibu hamil dan 100 anak usia enam bulan hingga tiga tahun, lengkap dengan pendampingan tenaga kesehatan Puskesmas Sorong Timur.

PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat menyalurkan bantuan gizi berupa susu sesuai kategori usia, kacang-kacangan, telur, dan buah-buahan kepada 203 penerima manfaat di Kota Sorong, Papua Barat Daya. Kegiatan bertajuk "Srikandi Peduli Kesehatan Ibu dan Anak" berlangsung di Gedung Tongkonan Toraya pada Kamis (22/10).

General Manager PLN UIW Papua dan Papua Barat Roberth Rumsaur menyebut pemeriksaan kesehatan gratis ini sebagai upaya mendukung peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak. Menurutnya, kehadiran perusahaan bukan sekadar menerangi wilayah, tetapi juga memberi kontribusi sosial yang nyata.

Siapa Saja Penerima Manfaat di Sorong

Dari 203 penerima manfaat, sebanyak 103 di antaranya adalah ibu hamil. Sisanya, 100 anak berusia enam bulan hingga tiga tahun. Kelompok usia ini tergolong periode emas pertumbuhan, sehingga asupan gizi dan pemantauan kesehatan jadi kunci.

Setiap penerima mendapat paket bantuan gizi yang disesuaikan dengan kategori usia. Isinya susu, kacang-kacangan, telur, dan buah-buahan untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian.

Layanan Kesehatan yang Disiapkan

Pemeriksaan berlangsung lewat kolaborasi dengan tenaga kesehatan dari Puskesmas Sorong Timur. Layanan mencakup pendampingan dokter dan perawat serta apotek di lokasi acara.

Roberth berharap pemeriksaan kesehatan gratis ini membantu ibu hamil dan anak mengetahui kondisi lebih dini. Deteksi awal dinilai penting agar penanganan bisa dilakukan sebelum masalah kesehatan membesar.

Mengapa Program Ini Relevan bagi Ibu di Papua

Wakil Gubernur Papua Barat Daya Ahmad Nausrau menilai program tersebut sejalan dengan upaya meningkatkan kesehatan masyarakat. Ia menyoroti tantangan kemiskinan ekstrem yang berdampak pada pemenuhan gizi dan tumbuh kembang anak.

"Kami kegiatan itu tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga meningkatkan edukasi masyarakat mengenai pola makan sehat, pemenuhan nutrisi ibu dan anak, serta pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala," kata Ahmad Nausrau.

Bagi ibu muda, kegiatan semacam ini bisa jadi pengingat untuk rutin memeriksakan kehamilan dan tumbuh kembang anak. Pemeriksaan berkala di puskesmas terdekat membantu mendeteksi risiko anemia, kurang gizi, atau keterlambatan pertumbuhan sejak awal.

Kapan Perlu Segera ke Tenaga Kesehatan

Jika ibu hamil mengalami pusing berat, mual tak tertahankan, perdarahan, atau berat badan tidak naik sesuai usia kehamilan, segera datangi puskesmas atau dokter. Untuk anak, waspadai tanda berat badan sulit naik, lemas, atau nafsu makan menurun drastis dalam beberapa minggu.

Melengkapi pemeriksaan rutin dengan pola makan bergizi seimbang tetap jadi langkah paling mendasar. Dukungan perusahaan lewat bantuan gizi memang membantu, tetapi pemantauan berkelanjutan di rumah dan fasilitas kesehatan tetap menjadi tanggung jawab utama keluarga.

Follow kaltenginfo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: papua.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks