KALIMANTAN TENGAH — PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (UID Suluttenggo) memperkuat kerja sama dengan APERSI dan Bank BTN untuk mempercepat penyambungan listrik di kawasan perumahan Sulawesi Tengah. Kolaborasi ini menopang Program 3 Juta Rumah yang dicanangkan pemerintah. Bagi calon penghuni, akses listrik diharapkan sudah siap sejak unit diserahkan.
Palu, Sulawesi Tengah — General Manager PLN UID Suluttenggo Wahyu Prasetyo menegaskan ketersediaan listrik yang andal dan tepat waktu menjadi kunci percepatan pembangunan kawasan perumahan. Lewat forum audiensi bersama Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) dan Bank BTN, ketiga pihak menyepakati penguatan koordinasi lintas sektor.
Pertemuan itu mempertemukan tiga mata rantai yang selama ini berjalan sendiri-sendiri: pembiayaan, pembangunan fisik, dan infrastruktur kelistrikan. Tujuannya agar rumah yang dibangun pengembang tidak tertunda penghuniannya hanya karena listrik belum tersambung.
Apa Isi Kesepakatan Ketiga Pihak
Sinergi difokuskan pada pemetaan potensi kebutuhan daya sejak tahap awal pengusulan lokasi kawasan. PLN, APERSI, dan BTN juga akan mengidentifikasi kesiapan jaringan serta menyinkronkan jadwal pembangunan agar proses pasang baru berjalan lebih efisien dan terencana.
Pembagian perannya jelas. Bank BTN mempermudah akses pembiayaan bagi konsumen dan pengembang. APERSI mempercepat pembangunan fisik hunian. PLN memastikan infrastruktur dan penyambungan listrik siap saat unit diserahkan.
Wahyu menyatakan pihaknya tidak ingin hadir sekadar sebagai penjual tenaga listrik. "PLN berkomitmen untuk hadir tidak hanya sebagai penyedia tenaga listrik, tetapi juga sebagai mitra strategis bagi para pengembang dan lembaga keuangan," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (20/10/2026).
Menurut Wahyu, sinergi bersama APERSI dan BTN memastikan setiap kawasan perumahan di Sulawesi Tengah langsung menikmati akses listrik yang andal, aman, dan memadai sejak awal penyerahan unit kepada masyarakat.
Pasang Baru Kini Lewat PLN Mobile
Untuk memberi kepastian transaksional, PLN menyediakan layanan pasang baru secara transparan melalui kanal digital. Pengembang maupun calon penghuni dapat mengajukan permohonan pasang baru, perubahan daya, hingga memantau proses pelayanan secara riil lewat aplikasi PLN Mobile.
"Baik pengembang maupun masyarakat kini dapat mengajukan permohonan pasang baru, perubahan daya, hingga memantau proses pelayanan secara riil, cepat, dan transparan dari mana saja," kata Wahyu.
Digitalisasi layanan ini memangkas ketergantungan pada proses manual yang selama ini kerap memperlambat penyambungan di kawasan hunian baru. Pengembang bisa mengatur jadwal penyambungan berbarengan dengan progres konstruksi.
Dampak ke Pengembang dan Calon Penghuni
Bagi pengembang anggota APERSI, kepastian jadwal penyambungan listrik mengurangi risiko unit siap huni yang telanjur diserahkan tanpa aliran listrik. Bagi konsumen, rumah yang dibeli melalui KPR BTN dapat langsung dihuni tanpa menunggu antrean pasang baru.
Kolaborasi ini juga menyasar pertumbuhan sektor properti di Sulawesi Tengah. Pasokan listrik yang siap sebelum serah terima membuat kawasan perumahan baru lebih cepat beroperasi, sehingga aktivitas ekonomi warga ikut bergerak.
Program 3 Juta Rumah menjadikan ketersediaan infrastruktur dasar sebagai syarat mutlak. Tanpa listrik yang siap di lokasi, target hunian layak dan terjangkau berisiko tersendat di tahap akhir, tepat saat warga hendak menempati rumahnya.
Langkah PLN UID Suluttenggo bersama APERSI dan BTN menunjukkan pendekatan yang bergeser dari sekadar menunggu permohonan pelanggan menjadi perencanaan bersama sejak awal. Bila pola ini berjalan konsisten, percepatan elektrifikasi kawasan hunian di Sulawesi Tengah bisa menjadi rujukan bagi daerah lain dengan tantangan serupa.