BUNTOK — Pemimpin Perum Bulog Cabang Barito Selatan, Fariz Jaya Permana, menyatakan stok beras premium yang tersimpan di gudang Bulog setempat saat ini sebanyak 545 ton. Angka itu disebut cukup menopang kebutuhan pangan dua kabupaten sekaligus, yakni Barito Selatan dan Barito Timur, sampai Desember 2026.
Tambahan pasokan sedang dalam perjalanan dari Jawa Timur. Sebagian kiriman bahkan sudah sampai di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, sebelum diteruskan ke Buntok.
Total Stok Bisa Capai 800 Ton Setelah Kiriman Jawa Timur Tiba
Fariz menyebut, begitu seluruh beras dari Jawa Timur masuk ke gudang, total persediaan akan menyentuh 800 ton. Jumlah itu dihitung cukup untuk memenuhi permintaan dua kabupaten hingga akhir tahun depan.
"Stok beras pada gudang Bulog Barito Selatan ini akan ada tambahan lagi dari Jawa Timur. Saat ini sedang dalam proses perjalanan, dan sebagiannya sudah sampai di Banjarmasin, Kalimantan Selatan," kata Fariz di Buntok, Jumat.
Penyaluran beras untuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) menyedot 130 hingga 150 ton per bulan. Dari angka itu, stok 800 ton diproyeksikan bertahan hingga Desember 2026.
Antisipasi Oktober-November: Bulog Ajukan Tambahan dari Kapuas dan Sampit
Bulog Barito Selatan menyiapkan langkah cadangan bila stok menipis pada Oktober dan November. Fariz mengatakan pihaknya akan mengajukan permohonan tambahan dari Kapuas dan Sampit, dua wilayah yang dikenal sebagai sentra produksi beras di Kalimantan Tengah.
"Kita akan mengajukan tambahan dari Kapuas dan Sampit, apabila stok kurang, karena dua wilayah tersebut merupakan sentra produksi dan jumlahnya sudah berlebihan," jelasnya.
Langkah ini ditempuh agar penyaluran SPHP tidak terganggu saat permintaan pasar naik menjelang akhir tahun.
Daging Sapi Beku dan Minyak Goreng Juga Tersedia di Gudang Bulog
Selain beras, gudang Bulog Barito Selatan menyimpan daging sapi beku sebanyak 200 kilogram. Harga jualnya Rp120 ribu per kilogram.
Minyak goreng juga tersedia dengan stok mencapai 60 ribu liter. Kedua komoditas itu dijual langsung di gudang Bulog Barito Selatan untuk masyarakat yang membutuhkan.
Dengan tambahan pasokan beras dari Jawa Timur dan opsi pasokan dari Kapuas serta Sampit, Bulog Barito Selatan memproyeksikan tidak ada kekosongan stok hingga akhir 2026.