KALIMANTAN TENGAH — Pelaksanaan BIAS 2026 di Kota Binjai berlangsung di SD Negeri 020254, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kelurahan Kartini, Kecamatan Binjai Kota, Jumat (11/9). Kegiatan ini menyasar siswa sekolah dasar sebagai bagian dari program imunisasi rutin nasional.
TP PKK Kota Binjai turun langsung mendukung kelancaran imunisasi bersama Puskesmas Binjai Kota, kader Posyandu, Babinsa, dan Polmas Kelurahan Kartini. Tujuannya satu: memastikan tidak ada anak yang terlewat imunisasi karena alasan biaya.
Mengapa Imunisasi Anak Sekolah Penting untuk Ibu Ketahui
Imunisasi gratis di sekolah adalah investasi jangka panjang untuk melindungi masa depan anak. Hal itu disampaikan Plt. Camat Binjai Kota, Juanda Sukma, S.T., M.Tr.A.P., saat menghadiri kegiatan tersebut.
"Imunisasi gratis pada dasarnya adalah bentuk investasi jangka panjang untuk melindungi masa depan anak-anak. Pemerintah ingin memastikan tidak ada satu pun anak yang terlewat mendapatkan imunisasi hanya karena kendala biaya," ujarnya.
Bagi ibu, program ini menghapus satu beban: tidak perlu mengeluarkan biaya untuk imunisasi lanjutan yang biasanya diberikan saat anak sudah masuk usia sekolah.
Apa Manfaat Imunisasi bagi Anak Usia Sekolah
Kepala Puskesmas Binjai Kota, dr. Arlina, M.Kes., menjelaskan imunisasi berperan meningkatkan kekebalan tubuh anak terhadap penyakit tertentu. "Dengan imunisasi, apabila suatu saat anak terpapar kuman atau virus, mereka tidak akan sakit atau hanya mengalami gejala yang ringan," jelasnya.
Artinya, anak yang sudah diimunisasi tetap punya peluang lebih besar untuk tetap sehat meski berada di lingkungan sekolah yang ramai. Ia juga mengajak para orang tua membawa anak mendapatkan imunisasi sesuai jadwal.
Jenis Imunisasi yang Biasanya Diberikan di Sekolah
BIAS umumnya menyasar siswa kelas 1, 2, 5, dan 6 SD dengan jenis imunisasi yang disesuaikan usia anak. Beberapa di antaranya:
- Imunisasi campak dan rubella untuk melindungi anak dari penyakit menular yang mudah menyebar di sekolah.
- Imunisasi difteri dan tetanus untuk mencegah penyakit yang bisa berakibat serius.
- Imunisasi HPV untuk siswi, sebagai langkah pencegahan kanker serviks sejak dini.
Jenis dan jadwal pastinya bisa ibu tanyakan langsung ke puskesmas atau sekolah anak, karena bisa menyesuaikan kebijakan dinas kesehatan setempat.
Hal yang Perlu Ibu Siapkan Sebelum Anak Imunisasi di Sekolah
Sebelum hari-H, pastikan anak dalam kondisi sehat dan sudah sarapan. Beri tahu anak bahwa imunisasi hanya terasa sedikit perih, supaya ia tidak takut.
Bawa buku KIA atau kartu imunisasi agar petugas bisa mencatat jenis imunisasi yang diberikan. Jika anak sedang demam atau punya riwayat alergi tertentu, sampaikan ke guru atau petugas kesehatan sebelum imunisasi dilakukan.
Kapan Sebaiknya Konsultasi ke Dokter
Reaksi ringan seperti demam, nyeri di bekas suntikan, atau anak rewel biasanya hilang dalam 1–2 hari. Namun, segera hubungi dokter jika anak mengalami demam tinggi yang tidak turun, kejang, atau bengkak yang makin membesar di area suntikan.
Ibu juga bisa berkonsultasi ke puskesmas jika anak sedang dalam pengobatan tertentu atau memiliki kondisi khusus, agar imunisasi tetap aman diberikan.
Melalui BIAS, TP PKK Kota Binjai bersama jajaran terkait terus mendorong perlindungan kesehatan dan tumbuh kembang anak. Turut hadir dalam kegiatan itu perwakilan TP PKK Kota Binjai, Kepala SD Negeri 020254 Agustina Ginting, M.Pd., Lurah Kartini Saferina Rejeki, S.E., Tim Penggerak PKK Kecamatan dan Kelurahan se-Kecamatan Binjai Kota, kader Posyandu, serta para orang tua siswa.
Pastikan anak mendapat imunisasi sesuai jadwal, ya, Bu. Satu suntikan hari ini bisa jadi pelindung kesehatan anak untuk tahun-tahun ke depan.