PALANGKA RAYA — Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan meski sejumlah daerah dilanda karhutla. Melalui Kelas Digital Huma Betang dan TV Interaktif, ia berkomunikasi langsung dengan murid serta guru SMAN 1 Tewah dari Media Center Posko Penanganan Darurat Karhutla di halaman Istana Isen Mulang, Rabu (2/9/2026).
Momen ini menjadi bentuk perhatian pemda agar aktivitas sekolah tidak terhenti di tengah darurat asap. Agustiar menyampaikan rasa bahagianya bisa tetap terhubung dengan para pelajar meski harus berjauhan.
Jauh di Mata, Dekat di Hati
"Hari ini Pak Gubernur senang, bahagia bisa menyapa walaupun dari daring begini. Jauh di mata dengan anak-anakku, tapi dekat di hati Pak Gubernur," ujarnya dalam sambungan virtual yang dikutip Diskominfo Kalteng.
Agustiar menegaskan bahwa pelaksanaan PJJ tidak seharusnya menjadi penghalang bagi murid untuk terus belajar dan meraih cita-cita. Menurutnya, keberhasilan belajar lebih ditentukan oleh niat, kemauan, dan tekad masing-masing murid, bukan semata-mata tempat mereka belajar.
"Tidak ada perbedaan. Sebenarnya tergantung dari niat anak-anakku sekalian. Kemauannya, tekadnya di mana pun tempatnya belajar. Di situ sekolah Pak Gubernur," tuturnya.
Generasi Muda Diminta Aktif Jaga Lingkungan
Dalam kesempatan itu, orang nomor satu di Kalteng ini juga mengajak murid tetap bersemangat menghadapi situasi karhutla. Ia meminta para pelajar turut berperan aktif menjaga lingkungan dan mendoakan agar kondisi yang dihadapi masyarakat segera berlalu.
Agustiar mengingatkan bahwa penanganan karhutla bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama. Generasi muda disebutnya sebagai penerus estafet pembangunan Kalimantan Tengah.
"Anak-anakku sekalian adalah generasi masa depan kami. Kalian adalah estafet kami nanti ke depannya untuk membangun negeri ini, di Kalimantan Tengah. Tidak ada yang tidak mungkin. Kembali ke diri sendiri," tegasnya.
Komitmen Sapaan ke Seluruh Daerah
Di akhir sapaan, Agustiar mendoakan agar seluruh murid senantiasa diberikan kesehatan dan kesuksesan. Ia berharap mereka kelak mampu memberikan manfaat bagi masyarakat serta menjadi kebanggaan orang tua dan bangsa.
Gubernur juga berkomitmen terus menyapa murid dalam setiap kunjungan ke daerah. Perhatian pemerintah, kata dia, diberikan secara merata tanpa membedakan latar belakang masyarakat maupun daerah.
"Nanti Pak Gubernur akan berkunjung ke Gunung Mas. Pak Gubernur akan menyapa setiap kunjungan Pak Gubernur di mana pun. Pak Gubernur tidak ada membedakan untuk suku, agama, tidak ada daerah mana dan sebagainya," pungkasnya.
Sementara itu, guru Bahasa Inggris SMAN 1 Tewah menyampaikan apresiasi atas dukungan Gubernur terhadap para siswa yang menjalani PJJ. Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan pemanfaatan teknologi pendidikan sebagai sarana menjaga interaksi antara pemerintah, guru, dan murid selama masa penanganan karhutla.