Pencarian

25 UMK di Barito Utara Ikuti Pelatihan Modifikasi Kulit dan Anyaman Rotan, Target Produk Tembus Pasar Nasional

Kamis, 10 September 2026 • 12:44:01 WIB
25 UMK di Barito Utara Ikuti Pelatihan Modifikasi Kulit dan Anyaman Rotan, Target Produk Tembus Pasar Nasional
Peserta mengikuti pelatihan lanjutan modifikasi kulit dan anyaman rotan di Muara Teweh, Barito Utara.

Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UKM Barito Utara meningkatkan kapasitas 25 pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) melalui pelatihan lanjutan modifikasi kulit dan anyaman rotan di Muara Teweh. Pelatihan ini menargetkan produk kerajinan lokal tidak hanya dipasarkan di lingkungan sekitar, tetapi mampu menembus pasar luar daerah hingga nasional.

MUARA TEWEH — Sebanyak 25 pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, mengikuti pelatihan lanjutan keterampilan memodifikasi produk berbahan anyaman rotan yang dipadukan dengan kulit. Pelatihan ini digelar Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UKM setempat sebagai bagian dari program pengembangan usaha kerajinan lokal.

Perpaduan Rotan dan Kulit untuk Tampilan Modern

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UKM Barito Utara, Agus Siswadi, menyebut perpaduan dua bahan baku lokal ini diharapkan melahirkan produk dengan tampilan lebih modern. Beberapa contoh yang bisa dikembangkan antara lain tas, dompet, aksesori, hingga produk kerajinan lain bernilai jual lebih tinggi.

“Melalui pelatihan ini kita ingin meningkatkan keterampilan, wawasan, kreativitas dan inovasi para pelaku usaha dalam mengembangkan kerajinan berbahan dasar rotan dan kulit,” kata Agus di Muara Teweh, Rabu.

Ia menekankan, inovasi menjadi kunci agar produk kerajinan daerah tidak stagnan. Menurutnya, potensi bahan baku rotan dan kulit di Barito Utara sangat besar, sehingga tantangan utamanya adalah kemampuan mengolahnya menjadi produk yang diminati pasar.

Materi dari Praktisi Palangka Raya

Pelatihan lanjutan ini menghadirkan narasumber dari internal dinas serta praktisi pengrajin anyaman rotan asal Palangka Raya yang berkompeten. Para peserta mendapat pendampingan langsung terkait teknik memadukan anyaman rotan dengan kulit agar menghasilkan produk berkualitas.

Agus berharap keterampilan yang diperoleh tidak berhenti di ruang pelatihan, melainkan diterapkan untuk mengembangkan usaha yang sudah berjalan maupun membuka peluang usaha baru.

“Dengan adanya keterampilan ini, kita berharap peserta mampu menghasilkan produk yang berkualitas, menarik dan memiliki nilai jual. Pada akhirnya dapat meningkatkan produktivitas dan pendapatan para pelaku usaha,” jelasnya.

Dorongan Dekranasda: Manfaatkan Media Sosial untuk Pemasaran

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Barito Utara, Maya Savitri Shalahuddin, mendorong peserta tidak berhenti pada kemampuan membuat produk. Pelaku UMK diminta mulai memikirkan aspek desain, kemasan, hingga strategi pemasaran digital.

“Jangan berhenti hanya pada bisa membuat produk. Kita harus mampu membuat produk yang disukai pasar. Artinya, setelah pelatihan ini kita harus mulai berpikir tentang kualitas, desain, kemasan, pemasaran, termasuk bagaimana memanfaatkan media sosial dan pemasaran digital untuk memperluas pasar,” kata Maya.

Menurut Maya, Barito Utara memiliki potensi bahan baku lokal yang luar biasa. Tantangannya adalah bagaimana rotan dan kulit diolah menjadi produk modern, memiliki ciri khas daerah, dan nilai ekonominya meningkat.

UMK Jadi Tulang Punggung Lapangan Kerja Baru

Maya menambahkan, penguatan UMK berdampak langsung pada penciptaan lapangan kerja dan penurunan angka pengangguran. Pemerintah kabupaten melalui dinas terkait terus berupaya mendorong pelaku usaha mikro dan kecil agar naik kelas, mandiri, dan berdaya saing.

“UMK bukan hanya berbicara tentang usaha perorangan, tetapi juga tentang lapangan kerja, peningkatan pendapatan keluarga dan penguatan perekonomian masyarakat,” ujar Maya Savitri.

Agus menambahkan, program ini merupakan langkah nyata pemerintah daerah untuk melahirkan produk kerajinan lokal yang kreatif, inovatif, dan bernilai ekonomi. Ia mengingatkan peserta agar mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan sungguh-sungguh dan aktif.

Follow kaltenginfo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kalteng.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks