KALIMANTAN TENGAH — Pulau Satonda, gugusan pulau vulkanik di perairan utara Sumbawa, terus didatangi wisatawan mancanegara. Dalam sebulan, sekitar 10 kapal pesiar bersandar di pulau yang masuk wilayah administratif Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat ini. Aktivitas seperti diving, snorkeling, trekking, hingga berenang di danau air asin menjadi daya tarik utamanya.
Namun di balik ramainya kunjungan itu, ada persoalan yang mengganjal. Pemerintah Kabupaten Dompu mengaku tidak pernah menerima retribusi dari para turis asing yang datang. Para agen wisata yang membawa rombongan justru berasal dari luar daerah, seperti Sumbawa, Lombok, bahkan Bali.
Daya Tarik Utama Pulau Satonda
Keistimewaan Pulau Satonda terletak pada danau kawahnya yang berisi air asin. Fenomena langka ini membuat wisatawan bisa merasakan sensasi mengapung di dalam danau vulkanik yang dikelilingi tebing hijau. Air danau yang jernih dengan latar langit biru menjadi pemandangan yang sulit ditemukan di tempat lain.
Selain danau, hamparan pasir putih dan terumbu karang di sekitar pulau juga menjadi alasan kapal pesiar internasional kerap singgah. Keindahan bawah lautnya disebut sebanding dengan taman laut di kawasan Taman Nasional Komodo yang tidak jauh dari lokasi.
Aktivitas yang Bisa Dilakukan
- Diving dan snorkeling di titik-titik terumbu karang sekitar pulau
- Trekking menyusuri jalur setapak menuju kawah danau
- Berenang dan mengapung di danau air asin vulkanik
- Berkeliling pulau untuk menikmati formasi batuan vulkanik dan savana kering khas Sumbawa
Jalur Kedatangan dan Akses Perahu
Turis asing umumnya datang menggunakan perahu, boat cepat, atau kapal pesiar yang dijadwalkan oleh travel agent. Mereka membeli paket perjalanan dari agen di Lombok, Sumbawa, atau Bali, lalu berlayar menuju Pulau Satonda.
Sayangnya, belum ada rute transportasi umum reguler dari daratan Dompu ke pulau ini. Wisatawan independen yang ingin berkunjung perlu menyewa perahu dari pelabuhan terdekat, seperti Pelabuhan Sape atau area pesisir Dompu. Informasi detail soal penyeberangan dan biaya sewa perahu bisa dikonfirmasi langsung ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Dompu.
Tiket Masuk dan Regulasi yang Belum Tuntas
Hingga kini, belum ada tarif retribusi resmi yang dikenakan kepada turis asing yang berkunjung ke Pulau Satonda. Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dompu, Feri Afrodi, mengungkapkan kekesalannya karena para tour guide tidak pernah berkomunikasi dengan pemda sebelum membawa rombongan. Akibatnya, mereka bebas keluar masuk tanpa membayar apa pun.
"Para tour guide-nya tidak pernah ada yang berkomunikasi dengan kami ketika mereka mau datang. Sehingga mereka bebas keluar masuk," kata Feri kepada awak media, Sabtu (29/8).
"Regulasi kami tak punya untuk menekan itu. Harusnya kami punya regulasi supaya menekan mereka harus bayar setiap kali masuk di Pulau Satonda," sambungnya.
Disbudpar Dompu bersama Kantor Imigrasi Bima sebenarnya sudah pernah melakukan pemantauan di Pulau Satonda. Temuannya, hampir semua rombongan turis asing tidak menginap di Dompu. Mereka datang menikmati keindahan pulau, lalu langsung berlayar pergi. Feri berharap Pemkab Dompu segera merancang peraturan daerah tentang retribusi, terutama untuk rombongan wisatawan yang datang dengan paket dari luar Dompu.
Hal yang Perlu Disiapkan Sebelum Berkunjung
Karena kunjungan didominasi kapal pesiar, wisatawan perorangan disarankan menyiapkan logistik mandiri. Pulau Satonda tidak memiliki penginapan atau fasilitas komersial yang memadai. Bawa air minum, makanan ringan, serta perlengkapan snorkeling pribadi untuk kenyamanan ekstra.
Waktu terbaik berkunjung adalah saat musim kemarau, sekitar April hingga Oktober, ketika gelombang laut tenang dan jarak pandang bawah air sedang optimal. Patuhi aturan lokal dan jangan merusak terumbu karang—ekosistem di sini tetap menjadi tanggung jawab bersama meskipun pengelolaannya belum tertata sempurna.
Bagi yang ingin menghindari keramaian rombongan kapal pesiar, datanglah di luar jadwal keberangkatan kapal yang biasanya ramai pada pertengahan bulan. Durasi ideal menjelajah Pulau Satonda adalah satu hari penuh untuk menikmati danau, pantai, dan spot snorkeling tanpa terburu-buru.