KALIMANTAN TENGAH — PSM Makassar resmi memperkenalkan komposisi skuad Juku Eja untuk musim kompetisi tertinggi sepak bola Indonesia. Klub berjuluk Ayam Jantan dari Timur itu memproyeksikan total 31 pemain, dengan satu tambahan terakhir yang masih dipersiapkan manajemen.
Media Officer PSM Makassar, Sulaiman Abdul Karim, mengonfirmasi bahwa timnya berencana menggenapkan jumlah pemain asing menjadi sebelas nama. Ia mengakui proses itu belum selesai hingga menjelang laga perdana.
"Untuk pemain asing 10, insyaallah akan kita lengkapi menjadi 11. Tapi untuk laga melawan Persib mungkin kita belum lengkapi. Untuk pertandingan berikutnya insyaallah kita sudah bisa lengkapi menjadi 11," kata Sulaiman di Makassar pada Minggu (30/8).
Laga Kontra Persib Jadi Batas Waktu
Kepastian slot pemain asing terakhir menjadi pekerjaan rumah yang belum tuntas. Manajemen PSM menegaskan kuota tersebut akan dimaksimalkan penuh musim ini.
"Jadi kita full-kan, kita maksimalkan kuota pemain asing menjadi 11," ujarnya.
Namun, Sulaiman belum memberi bocoran soal identitas maupun negara asal calon pemain anyar tersebut. Pengumuman resmi disebut akan disampaikan pada waktunya oleh manajemen klub.
Komposisi Lokal Dinilai Sudah Ideal
Di sisi lain, PSM tidak berencana menambah pemain lokal dalam waktu dekat. Sule—sapaan akrab Sulaiman—menyebut komposisi pemain lokal saat ini sudah dianggap cukup untuk kebutuhan tim.
"Untuk lokal mungkin sudah cukup. Jadi yang akan ada penambahan hanya asing, satu. Tinggal satu lagi," jelasnya.
Pelatih Pilih 31 Pemain, Tak Penuhi Kuota 35
Total skuad PSM yang diproyeksikan mencapai 31 pemain masih di bawah batas maksimal yang diizinkan kompetisi. Namun, pelatih disebut memilih tidak memenuhi seluruh kuota karena menyesuaikan kebutuhan tim.
"Kuota 35, ya. Tapi pelatih memilih tidak full 35 karena memilih yang sesuai dengan kebutuhan saja. Kita 31 sudah dianggap cukup," tutur Sule.
Meski begitu, pintu bagi pemain muda tetap terbuka. Pemain dari Elite Pro Academy (EPA) bisa dipromosikan ke tim senior atau kembali memperkuat tim akademi sesuai kebutuhan.
"Bisa, kalau untuk akademi kan sistemnya yoyo. Pemain dari EPA bisa naik, bisa turun," pungkasnya.