Pencarian

BPBD Kotim Ubah Strategi Pemadaman Karhutla ke Waktu Subuh, 218 Kejadian Hanguskan 385 Hektare Lahan

Selasa, 11 Agustus 2026 • 16:59:01 WIB
BPBD Kotim Ubah Strategi Pemadaman Karhutla ke Waktu Subuh, 218 Kejadian Hanguskan 385 Hektare Lahan
Petugas BPBD Kotawaringin Timur memadamkan api karhutla di kawasan permukiman Sampit, Senin (10/2).

SAMPIT — Ratusan titik api yang mendekati permukiman memaksa BPBD Kotawaringin Timur mengubah pola operasi pemadaman. Jika sebelumnya tim diterjunkan sejak pagi, kini fokus utama dipindahkan ke dini hari, tepatnya saat subuh, untuk memanfaatkan kondisi angin yang lebih tenang.

"Secara taktis waktu akan kami atur, kami akan melakukan pemadaman subuh. Karena waktu itu kecepatan angin rendah, sehingga kami bisa melakukan pemadaman secara total," ujar Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam di Sampit, Senin.

Ratusan Personel Dikerahkan, Sebagian Mulai Kelelahan

Perubahan strategi ini merupakan hasil analisis dan evaluasi setelah pemerintah daerah menetapkan status tanggap darurat karhutla. BPBD berupaya mengoptimalkan kinerja satuan tugas di lapangan dengan mengatur ulang ritme kerja, mengingat beban operasi yang berat.

Saat ini sekitar 150 personel dikerahkan setiap hari, ditambah dukungan relawan dari Palang Merah Indonesia (PMI). Namun, tanda-tanda kelelahan mulai terlihat. Sejumlah personel bahkan telah meminta izin tidak bertugas karena kondisi fisik yang menurun setelah bekerja lebih dari 12 jam, bahkan ada yang mencapai 16 hingga 18 jam per hari.

"Perjalanan kita masih panjang. Kita baru sekitar dua per lima atau satu per enam, sementara ancaman masih terjadi sekitar lima bulan ke depan," tutur Multazam.

"Saya yakin dalam hitungan tujuh hari ke depan pasti ada yang tumbang. Sudah banyak yang izin karena kelelahan, ada juga yang sakit, tetapi yang paling banyak karena kelelahan," bebernya.

Api Mendekati Permukiman, Warga Diimbau Tak Bakar Lahan

Situasi karhutla di Kotim semakin kompleks. Sejumlah titik api telah merambah kawasan padat penduduk, antara lain di Jalan Pandawa, Jalan Bumi Raya, Jalan Walter Hugo, dan Kilometer 7-8 Jalan Tjilik Riwut. Kebakaran juga terjadi di sekitar kebun masyarakat yang sebagian baru ditanami sekitar dua tahun.

Multazam menduga sebagian kejadian dipicu pembukaan lahan dengan cara membakar, yang kemudian api meluas karena angin kencang. Ia juga menyoroti perilaku warga yang sengaja memicu kebakaran kecil dengan harapan petugas pemadam datang, tanpa menyadari risiko api yang bisa membesar.

"Mereka ingin membuka kebun dengan cara membakar, tetapi mereka lupa bahwa kecepatan angin dampaknya sangat luar biasa," ujarnya.

"Kadang kebakaran kecil sengaja dibuat karena ingin melihat unit pemadam datang, tetapi mereka lupa kebakaran kecil kemudian bisa menjadi membesar," demikian Multazam.

Akumulasi 1.531 Titik Panas Sepanjang 2026

Data pemantauan BPBD Kotim menunjukkan akumulasi hotspot sejak Januari hingga saat ini telah mencapai 1.531 titik yang tersebar di seluruh kecamatan. Angka ini menjadi sinyal kewaspadaan, terutama karena sebagian besar lahan yang terbakar merupakan ekosistem gambut yang rentan.

BPBD berharap penerapan taktik baru yang telah dikaji secara akademis dapat membantu penanganan kebakaran di lahan gambut. Pemadaman yang tepat dinilai penting agar ekosistem yang terbakar tetap memiliki peluang untuk pulih secara alamiah dan tidak semakin terganggu oleh bahan-bahan tertentu.

"Kita berharap gambut yang terbakar ini bisa dipulihkan secara alamiah tanpa terganggu bahan-bahan tertentu," harapnya.

Di tengah keterbatasan, BPBD berupaya memastikan kebutuhan makanan dan minuman petugas tetap terpenuhi. Dukungan relawan, termasuk bantuan minuman dan makanan bergizi, dinilai sangat membantu menjaga stamina personel di lapangan.

Follow kaltenginfo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kalteng.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks